Sebelum tidur Jihoon merasakan keganjelan di perutnya, dia lapar rasanya ingin menyeruput sesuatu yang berkuah. Akhirnya dia bergegas ke arah dapur untuk mencari makanan, yap dapat lah sebungkus ramen di dalam lemari. Jihoon merobek bungkus ramen dan menyalakan kompor yang berada didepannya serta menaruh panci yang berisi air diatas kompor tersebut.
"Park Jihoon kau sedang apa?"
Daniel menyautkan Jihoon dari ruang televisi, Jihoon menoleh ke arah Daniel yang sembari menghampiri nya. "Aku sedang memasak ramen hyung, kau mau?"
"Tidak, aku tidak diperbolehkan makan malam kata manager hyung nanti bisa gendut"
"Jadi menurutmu aku saja yang diperbolehkan gendut?"
Jihoon memanyunkan bibirnya sambil mengoceh karena kesal dengan perkataan Daniel.
"Bukan begitu, aku kan selalu menunjukkan perutku pada saat perform burn it up, maka dari itu aku harus tetap menjaga roti sobek ini"
"Saat ini sudah era nya boomerang hyung"
"Aigoo, kau lucu sekali park jihoon"
Daniel mencubit pipi Jihoon dengan gemas, entah apa yang dipikirkannya sesuatu terjadi kepada Daniel.
Cup
Daniel mengecup pipi Jihoon yang terlihat gemas. Namun yang dikecup sudah menjadi patung alias diam seribu bahasa.
"Hm.....Jihoon maaf aku tidak sengaja. pipi mu sangat gemas"
"Hyung....kau-"
Jihoon tidak tahu apa yang harus dilakukannya, wajahnya kini menjadi sangat merah. Jihoon buru - buru memasukkan ramen kedalam panci. Dan memasaknya dengan cepat. Kini Jihoon dan Daniel saling berdiam ada kecanggungan diantaranya.
Jihoon menyantap ramennya dengan lahap, disampingnya masih ada Daniel yang memperhatikan dirinya. "Daniel hyung jangan melihatku seperti itu"
"Kau benar - benar menggemaskan Park Jihoon, mungkin aku suka padamu"
"OHOKK OHOKK OHOKK"
"Hahahaha makan lah dengan hati - hati Park Jihoon, sudah lupakan perkataan ku barusan jangan terus dipikirkan. Aku ke kamar ya, jika sudah selesai kau cepat tidur"
Daniel mengacak rambut Jihoon yang masih diam seribu bahasa. Ia masih tak habis fikir dengan perkataan daniel barusan, tepatnya ia tidak tahu harus berbicara apa.
Setelah beberapa menit menyantap ramen bikinannya, Jihoon bergegas ke kamarnya. Ia melihat Woojin yang sudah pulas tidurnya. Ia pun menghampiri Woojin dan berbaring disampingnya dengan menyelundupkan kepalanya di dada Woojin serta memeluk teman sekamarnya itu.
"Kau kenapa tidak di kasurmu?"
Woojin terbangun ketika Jihoon memeluknya dari samping. "Apa kau mimpi buruk?"
"Tidak, aku hanya ingin tidur bersama mu apakah tidak boleh?"
"Tentu saja boleh"
Jihoon ragu untuk mengatakan tentang kejadian yang barusa ia alami, Namun ia penasaran dengan reaksi Woojin.
"Woojin......"
"Hm?"
"Barusan Daniel hyung mencium pipiku"
Satu detik.....
Dua detik.....
Tiga detik.....
"Jangan bercanda"
"Aku serius, dia mencium pipiku pada saat aku memasak ramen tadi dan dia mengatakan bahwa dia mungkin sudah menyukai ku"
Woojin masih diam tak bergeming, jantung Jihoon berdetak dua kali lebih kencang. Ia takut Woojin akan marah. Woojin membalikkan tubuhnya ke arah Jihoon, kini mereka saling menatap. "Lalu, kau bagaimana?"
"A.....ku tidak berbicara apapun, aku bi-"
Cup
Cup
Cup
Cup
Woojin mencium kedua pipi Jihoon secara bergantian. "Jangan mengatakan apapun ke daniel hyung, katakan saja kalau kau mencintaiku dan aku mencintaimu, memang itu kenyataannya"
Jihoon tersenyum dan memeluk erat tubuh yang ada didepannya. Woojin mencium pucuk kepala Jihoon dengan lembut, wangi shampoo yang ada di rambutnya masih bisa tercium sangat jelas.
"Aku punya sesuatu untukmu, memang tidak asli karena aku membelinya di dekat dorm. Tadinya aku ingin memberikan kalung ini kepadamu nanti. Hanya saja aku takut jika ada yang memberikan sesuatu kepadamu sebelum aku"
Woojin mengeluarkan sebuah kalung didalam saku piyamanya. Kalung berwarna perak itu dipakaikannya oleh Woojin yang melingkari leher Jihoon. "Kalungnya sangat indah Woojin, besok aku akan memakainya untukmu. Aku janji"
Jihoon sangat menyayangi Woojin begitu pun sebalikanya Woojin menjadi pelindung untuk Jihoon. Bahkan sepertinya siapapun tidak ada yang bisa memisahkan diantara keduanya.
- - Esoknya benar, Jihoon memakai kalung dari Woojin pada saat mereka ada schedule di televisi.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
- - - Ini abal banget cerita hehehehe tapi beneran lagi mabok 2PARK gara gara jihoon ngasih biskuit ke woojin apalagi itu cemilan favoritenya woojin. Soft bgt😭