Sang pangeran dan iblis

14 1 0
                                        

Dahulu kala, di sebuah negara hiduplah seorang pangeran dari kerajaan xxx
Sang pangeran merupakan anak tunggal dan merupakan pewaris tahta yang di tunggu tunggu..

Saat beranjak dewasa, sang pangeran merasa bosan, ia ingin menjelajahi dunia, tapi ia tahu, sebagai pewaris tahta ia tak boleh kemana mana..

Suatu kali, saat ia belajar berkuda di hutan, ia tersesat, terpisah dari rombongan..
Ia tidak panik, ia hanya mengikuti aliran sungai supaya bisa kembali ke kerajaan nya,..
Tiba tiba ia mendengar suara perempuan menangis, ia mencari siapa pemilik suara tersebut,
Perempuan itu memiliki tubuh yang berwarna merah, rambut yang sangat panjang, dengan sayap di belakang punggungnya, ia berjalan pelan, hingga sampai di belakang punggung si perempuan, dengan lembut ia menepuk pundaknya, " hei, kau tak apa apa ?" Si perempuan gugup, ia takut si pria menyadari siapa dirinya, " saya tak apa apa, pergilah " si pangeran masih ngotot, ia ingin melihat wajah si wanita, " hei, kau sungguh tak apa apa ? Biar kulihat wajahmu "

" jangan, wajah saya buruk rupa, anda pasti jijik melihatnya"
" tak akan, aku takkan jijik, coba kau tunjukkan wajahmu"
Si perempuan dengan pelan memutar kepalanya, lalu mendongak ke atas, ia melihat wajah terkejut si pria, hatinya mencelotos, dan kembali menatap ke bawah " tuh kan, kau jijik dengan wajahku" si pria menyadari kesalahanya
" maafkan aku, aku tidak bermaksud, sungguh" si pria pun jongkok untuk mensejajari tinggi mereka " maafkan aku" ucap pria itu lagi sambil menatap wajah si wanita, si wanita tersenyum " hmm, baiklah"

Si pria menjulurkan tanganya, " namamu siapa ?? Aku pangeran" si wanita terkejut, dengan buru buru ia memperbaiki duduknya, dengan menunduk ia menyalami tangan pangeran "nama saya iblis, pangeran"

🌹🌹🌹

"Tutup buku sialan itu, dan Makan !!" kata ian ketus.
Aku mendongak, memperhatikan ian, ia marah, mungkin karena aku terlalu fokus membaca saat makan
"Maaf, habisnya buku baru sih, aku udah gak sabar mau baca" jawabku dengan senyum pepsodent
"Hmm,, makan!!" jawab ian datar, kembali aku melanjutkan makan sambil sesekali memperhatikan ian.

Aku memandangi ian agak lama, ian seperti pangeran yang aku baca, sedangkan aku seperti iblis si buruk rupa, kami merupakan dua insan yang jauh berbeda, tapi kami sudah menjalani sebuah komitmen yang bernama pacaran lebih kurang 3 tahun.

Kupandangi lagi buku yang ada di pangkuan ku, aku menutupnya dan meletakkanya kembali ke dalam tas, sebelum ian marah marah padaku karena tak memperhatikanya.
Aku kembali menyuap makanan ku yang sempat berhenti gara gara aku membaca buku,

Hp ku berbunyi, dengan getaran yang khas, aku terkejut menyadari aku melupakan sesuatu
"Ian, aku lupa, besok aku tak bisa menemanimu ke pesta perusahaan mu, aku harus mengerjakan tugas kelompok" kata ku takut takut ke arah ian.
Ian hanya memandangku dengan pandangan jenuh nya, mungkin karena bukan sekali ini saja aku melupakan sesuatu.
"Tidak, besok kau harus menemaniku, pesta besok merupakan pesta yang penting bagiku, besok adalah pesta pengangkatanku sebagai ceo yang baru"
Dan aku selalu mendapat jawaban yang egois dari ian, jawaban yang lebih mementingkan dirinya.

🌹🌹🌹

Klau bagus tolong di vote 🌟
Klau ada yg kurang tolong di komen 💋
Terima kasih 🙏

Du hast das Ende der veröffentlichten Teile erreicht.

⏰ Letzte Aktualisierung: Apr 14, 2018 ⏰

Füge diese Geschichte zu deiner Bibliothek hinzu, um über neue Kapitel informiert zu werden!

Pantaskah ?Wo Geschichten leben. Entdecke jetzt