"Jasmin bangun.. Bu Nina udah datang," bisik Helen sambik menyenggol Jasmin, namun yang dipanggil bergeming.
"Duh Jas, ntar lo dihukum lagi. Gak kapok apa." gerutu Helen yang masih berusaha membangunkan Jasmin. Tapi hasilnya nihil sampai terdengar teguran dari Bu Nina, Jasmin pun masih bergeming dan Helen yang tadi berusaha membangunkan Jasmin tiba tiba tegang pasalnya Bu Nina sangat sensitif dengan seseorang yang melanggar peraturan yang Ia buat desas desus tentang Bu Nina yang tak segan segan menghukum anak muridnya dengan hukuman yang berat.
"Jasmin" tegur Bu Nina lagi.
"Tai lo Len. Udah tau gue lagi tidur masih aja diganggu. Lagian Bu Nina yang kampret itu belum masuk. Bilang kedia gue tidur ngantuk" jawabnya asal sambil mempererat jaket yang menutupi kepalanya tanpa memperhatikan siapa lawan bicaranya.
'Mati lo kali ini Jas'gerutu Helen dalam hati
"Jasmin Pradinata, bangun atau ibu seret kamu ketengah lapangan" teriak Ibu Nina. Yang diteriakipun hampir terjungkal kebelakang, terkejut dengan teriakan Bu Nina pasalnya Gurunya itu meneriakinya tepat ditelinganya.
"Ibu apa apaan sii. Main teriak aja. Kalo saya tuli mendadak gimana emang ibu mau nyumbang telinga ibu buat saya gak kan?" ketus Jasmin sambil meniup telinganya.
"Jasmin ibu tidak main main sekarang. Cepat bersihkan ruang osis sampai selesai." tegas ibu nina. Tapi yang disuruh lagi lagi terkejut.
"Gila apa saya Bu. Ruang Osis ma gede. Kalo kek kelas ini gak papa lah itu hampir tiga kali lipat dari ruang guru." kata jasmin sambil menjelaskan bagaiman luas Ruang Osis disekolah mereka.
"Jasmin ini sudah ke dua puluh dua kali kamu melanggar peraturan yang saya buat tapi kamu selalu melanggarnya ibu berusaha selalu sabar masih untung kamu waktu saya hukum dulu hanya menyuruh nyapu dan segala macam. Dan lagi, hari ini kamu melakukan kesalahan yang sama. Sekarang ibu tidak mau tau kamu harus membersihkan ruangan osis sekarang juga sampai selesai"keluh tapi tetap dengan nada tegasnya.
"Saya janji deh bu gak ngulangin lagi"kata Jasmin sambil memohon.
"Tidak untuk kali ini Jasmin. Sekarang kerjakan yang ibu suruh. Dan jika kamu mengulang lagi setelah hukuman ini ibu tidak akan segan segan memberi kamu skors dan mendatangi orangtua kamu"ancamnya
"Tapi Bu ruangan osis kemaren kan baru aja dipakai buat rapat belum dibersihin pasti kotor banget" jelas jasmin
"Namanya juga hukuman gak ada yang ngasih matengnya doang pasti mentahnya lah."sela David
"Bacot bat lu Dav. Gue seng seng lu dipohon mangga depan rumah gue baru tau rasa"jawab jasmin.
"Haahahahah" tawa mereka pun meledak seketika karna jawaban jasmin.
"Jasmin" tegur ibunya. Sedangkan jasmin yang mendengar teguran itu langsung mengambil tasnya dan berlalu menuju ruang osis.
Sesampainya disana dia melempar tasnya disembarang tempat lalu mengambil sapu ijuk dan alat lainnya
"Sabar aja ya jasmin. Salah lo yang suka tidur pas jamnya bu galak, padahal malam udah diizinin tidur sampai pagi juga" ujarnya pada dirinya sendiri.
Saat sedang membersihkan sampah sampah yang berserakan dimana mana tiba tiba dia meringis akibat kaleng yang mengenai kepalanya. Saat berbalik dia tidak menemukan siapa siapa selain dirinya ditempat ini.
"Iseng banget si" gerutunya sambil melempar kaleng itu kesembarang tempat dan melanjutkan hukuman yang sempat tertunda.
___________
Hii guys, gimana? Garing ya? Hehehe maaf ya karna baru pemula pluss pluss amatir jadi gak bisa berimajinasi dengan baik😄tapi tenang masih ada kalian yang bantuin aku. Eh gimana caranya kok kami si kan kamu yang bikin ceritanya? Dengan kritik serta sarannya bermanfaat banget hehe nanti kalau ada yang salah direvisi ulang.
