"BUK IRANE. SAYA TIDAK SETUJU KALO KELAS INI SETIAP HARINYA DI KASIH TUGAS. KITA ITU MANUSIA BUK, BUKAN ROBOT. MANUSIA JUGA BUTUH ISTIRAHAT. YA, SAYA TAU TUGAS PELAJAR ITU ADALAH BELAJAR TAPI BUKAN BERARTI TIAP HARI HARUS BELAJAR. OTAK BUTUH ISTIRAHAT JUGA. GAK BISA DI PAKE BUAT MIKIR TERUS. IBU GIMANA SIH? KALO GAK BISA JADI GURU, GAUSAH JADI GURU AJA SEKALIAN. BISANYA CUMA NGASIH TUGAS TANPA BERPIKIR LEBIH PANJANG APA YANG DI RASAKAN MURID MURIDNYA." Ujar Alya panjang lebar dengan nada meninggi satu oktaf.
Amarahnya tidak dapat di tampung lagi, hari hari kemarin ia tetap sabar dengan sikap bu Irane yang memberikan tugas segunung. Tapi kali ini, kesabarannya sudah habis.
PLAK!
Tamparan keras mendarat di pipi kanan Alya, gadis itu memegang pipinya yang terasa panas akibat tamparan tiba tiba dari bu Irane.
"JANGAN MENTANG MENTANG KAMU ANAK YANG PUNYA SEKOLAH INI, KAMU BISA BERLAKU SE-ENAKNYA!" jawab bu Irane tak kalah kencang.
Bu Irane termasuk guru yang sulit untuk menahan emosi. Hanya soal tidak membawa topi ketika upacara saja, marahnya seperti singa yang di bangunkan ketika sedang asyik tidur. Apalagi ini, salah satu murid berani melawannya.
Alya menatap bu Irane lagi. Di tambah dengan senyum hambar.
"Oh, saya anaknya yang punya sekolah ini ya? Saya aja gak sadar kalo saya ini anaknya." balas alya.
Lalu, gadis itu berjalan keluar kelas setelah cekcok singkat antara dia dan bu Irane. Namun, ketika ingin melangkahkan kaki menuju keluar kelas, tangannya di tarik secara paksa oleh bu Irane. Membawanya ke ruang guru BK.
--
Sesampainya di ruang guru, Alya duduk di bangku hitam. Berhadapan dengan pak Zaenal. Guru BK di sekolah itu. Jarak mereka hanya di batasi dengan meja kayu berukuran sedang. Di samping Alya ada bu Irane.
"Jadi, ada masalah apa?" tanya pak Zaenal sembari memakai kacamata tebal.
"Ini pak, si Alya, dia berani melawan saya." jawab bu Irane dengan nada mengadu.
"Apa itu benar Alya?"
Sang pemilik nama memutar bola matanya malas, lalu menatap kaca tebal yang di kenakan oleh pak Zaenal.
"Iya pak." jawab Alya santai.
Pak Zaenal menghembuskan napas, dirinya tidak bisa berlaku banyak kepada anak ini. Secara, Alya adalah anak dari pemilik sekolah.
"Baiklah, saya akan menelfon pak wisnu agar datang kesini." kata pak Zaenal sembari mengbil ponselnya yang berada tak jauh dari meja.
"Percuma pak, ayah mana mau ngelakuin hal yang gak penting kayak gini." ucap Alya, lalu gadis itu berdiri, melengos dari sana tanpa pamit.
"Dasar guru sialan!" umpat Alya dalam hati.
-----
Heiho guys, maaf achu labil. Sering gonta ganti cerita, semoga kli ini ga labil lagi ya. Vote and coment pls🙏
VOUS LISEZ
Baskara
Roman pour AdolescentsAlya Anindya, seorang gadis SMA yang terkenal arogan, suka menindas dan tidak mempunyai sopan santun. Tentang kisah cinta Alya? ah, tidak perlu di bicarakan. lelaki mana yang mau mencintai seorang gadis arogan, suka menindas dan tidak mempunyai sop...
