Chapter 1

1K 99 19
                                        

“Aku menyukaimu”

Tubuhku terasa membeku sesaat, setelah mendengar sebaris kalimat yang meluncur dari bibir seorang Hwang Renjun. Aku mengamatinya, melihat warna kemerahan yang menyemburat di kedua pipinya, membuat wajahnya semakin manis.

Ya Tuhan! Dia pasti serius. Tapi, bagaimana bisa?

Tanpa sadar aku jadi bertanya-tanya dalam benakku sendiri dan mengabaikan pernyataan Renjun yang membutuhkan respon.
Dia Renjun, Hwang Renjun teman satu universitas ku. Kita ada dijurusan yang sama dan kita juga berada dikelas yang sama.  Aku tidak terlalu terkejut mendengar dia menyatakan perasaannya pada lelaki, yang membuatku terkejut adalah, kenapa dia bisa menyatakan perasaan sukanya kepadaku?! Renjun adalah seorang Gay, semua orang dikelas sudah mnegetahuinya. Bahkan mungkin seluruh Universitas.

Tapi tak ada yang berani mengambil langkah lebih jauh dan bahkan orang-orang tidak mempermasalahkan orientasi seksual Hwang Renjun (Walaupun aku kadang masih mendengar juga bisikan-bisikan dibelakang). Hal itu sudah dianggap rahasia umum. Lagipula, Hwang Renjun memang tidak pernah berbuat sesuatu yang merugikan orang disekitarnya.

Bahkan didalam kelas, Hwang Renjun adalah salah satu mahasiswa yang cerdas dan dapat diandalkan. Oleh karena itu, orientsasi seksualnya bukan hal yang perlu dicampuri. Itu adalah haknya. Dan kembali pada masa sekarang, kenapa dia bisa menyatakan perasaaan sukanya padaku?!
“Jeno-ah..”
“Hah?” Cetusku akhirnya. Tak bisa menemukan kata yang lebih baik. sial!
Aku mengerjapkan mataku, mengembalikan pikiranku pada kenyataan yang sedang berlangsung dan berhenti membuat monolog di dalam benakku.

“Kenapa?” Renjun Bertanya lagi.
Aku menggelengkan kepalaku pelan, lalu mnegulas senyum tipis yang terkesan masih ragu. Dengan gugup,aku mengusapkan tangan kanan ku ke belakang kepala. Sial! Kenapa aku jadi gerogi?!
“Kau mendengar apa yang ku katakan, kan?” tanya Renjun hati-hati.
“Ya.”
“Lalu?”
“Lalu apa?” Aku balik bertanya dengan bodohnya
Renjun mengerutkan keningnya. Aku rasa dia mulai menyadari aku yang mendadak tidak berkonsentrasi. Atau mungkin Renjun baru saja sadar bahwa ucapannya tadi adalah kesalahan besar.
Ok! Dia gay, dan semua orang tahu!
Tapi dia juga tak bisa sembarangan menyatakan perasaaan suka pada siapapun, bukan? Apalagi dengan alasan yang dangkal. Dan terlebih lagi,  kenapa aku?! Apa aku tampak gay dimatanya?? Oh, Tolonglah..
“Maafkan aku,” gumam Renjun setelah beberapa detik kita saling memandang, canggung.
Dan tanpa menunggu pembalasan ku, dia dengan cepat berbalik dan bermaksud meninggalkanku sendirian di taman belakang Universitas. Sekilas aku dapat melihat perubahan raut wajah manisnya. Tidak lagi merah merona dan malah merah padam seperti menahan malu, atau marah?
“Tunggu, Renjun-ah!” panggilku, setelah beebrapa saaat aku terpekur memandanginya yang semakin menjauh.
Renjun menghentikan langkahnya, kemudian berbalik menghadapku dengan perlahan (tampak ragu). Aku bergerak sedikit maju, hingga jarak kami sedkit lebih dekat dan aku bisa melihat kembali wajah manisnya sekaramg.
“Tadi kau bilang-“
“Oh, bukan apa-apa! Lupakan saja!” potongnya sebelum aku sempat berbicara. Dia memaksakan sebuah senyum dibibirnya.
Aku jadi merasa bersalah. Padahal terus terang saja, aku bukannya benci Renjun menyatakan perasaan sukanya padaku, hanya saja, aku merasa terlalu terkejut dan.. yah aku bingung. Aku diantara merasa percaya dan tidak percaya kareanya nyatanya seorang lelaki manis dan cerdas seperti Hwang Renjun bisa jatuh pada pesonaku! Dan aku juga kesal, apakah aku terlihat seperio sorang Gay?

“Kenapa, kau bisa menyukaiku?” tanyaku. Tak mempedulikan elakkannya.

Dia tampak terpaku pada sepersekian detik. Senyuman penuh paksaan dibibirnya memudar dan berganti dnegan senyum gugup nya yang terlihat manis dimataku. (OMG!)

“Kau lelaki yang baik” jawab Renjun.
“Hanya itu?”
Renjun agak mengernyitkan keningnya, dia sepertinya kesulitan untuk menemukan kata-kata yang tepat.

JIKA AKU MENCINTAIMU? (NOREN VERSION) [ ON HOLD ]Stories to obsess over. Discover now