Matahari belum bangun untuk bumi, namun gadis ini sudah menunggu cahaya hangat untuk memulai harinya
Selepas salat subuh embun segera keluar rumah menginjakkan kakinya kerumput depan rumahnya. Basah? Tentu saja itu yang dia harapkan bermain bersama air yang sama dengan namanya.
Diam, hening tidak ada suara yang keluar dari mulutnya hanya suara decakkan kaki yang terdengar
Hingga matahari terbit sang embun mengadahkan mukanya disinar hangat matahari, hanya saat seperti ini sang embun tau rasanya hidup.
Menikmati embun mengingatkan dia akan seseorang, seorang petualang yang mungkin sebentar lagi akan datang.
YOU ARE READING
Embun Pagi
Teen FictionDia hanya setetes embun Namun sangat berharga dimata sang langit. Seorang gadis yang hanya ingin merasakan kehangatan sang mentari tanpa harus dihalangi oleh sejuknya udara pagi. Katakan lah dia embun penghantar rasa bahagia bagi yang merasakannya.
