prolog

24 1 0
                                        

Matahari belum bangun untuk bumi, namun gadis ini sudah menunggu cahaya hangat untuk memulai harinya

Selepas salat subuh embun segera keluar rumah menginjakkan kakinya kerumput depan rumahnya. Basah? Tentu saja itu yang dia harapkan bermain bersama air yang sama dengan namanya.

Diam, hening tidak ada suara yang keluar dari mulutnya hanya suara decakkan kaki yang terdengar

Hingga matahari terbit sang embun mengadahkan mukanya disinar hangat matahari, hanya saat seperti ini sang embun tau rasanya hidup.

Menikmati embun mengingatkan dia akan seseorang, seorang petualang yang mungkin sebentar lagi akan datang.

Embun PagiWhere stories live. Discover now