1. Prolog

4 0 0
                                        

Disaat aku menangis. Apakah dia akan mengusap airmataku?

Disaat aku terluka. Apakah ia akan menghapus lukaku?

Disaat aku tak bisa berjalan lagi. Apakah ia akan menopangku?

Tidak.

Mengapa?

Hari ini tepat setahun ia pergi meninggalkanku. Aku tak tau bagaimana keadaannya disana. Apakah ia tidur dengan nyenyak? Apakah ia makan dengan baik? Setidaknya aku tau bahwa ia berada di tempat yang lebih baik.

Aku kembali termenung.

Suara mobil terdengar ditelingaku. "Mereka pasti sudah pulang" pikirku

Akupun beranjak dari kursi dan melihat melalui jendela kamarku. Dia tersenyum begitu bahagia dengan seseorang yang dia cintai. Senyum yang tak akan pernah ia perlihatkan padaku. Karena baginya aku adalah sebuah kebencian. Kebencian yang dibuat oleh dirinya sendiri.

 Tok..tok..tok

Suara ketukan pintu itu menyadarkanku.

"Nyonya, waktunya makan siang" ucap Hyesun—pelayan yang selama ini menemaniku dalam rumah yang besar ini.

Aku hanya mengganguk, tanda agar ia menaruh nampan berisi makanan itu diatas meja. Aku menatap makanan tersebut tanpa ada minat sediktpun.

"Nyonya harus makan. Bagaimana jika Nyonya sakit?" ucap Hyesun dengan raut yang sangat mencemaskan diriku.

Aku tau bahwa Hyesun sangat mencemaskan diriku sejak dia telah tiada. Itu terlihat dari raut wajahnya setiap hari. Dari wajahnya bahkan dari gerak tubuhnya aku tau bahwa ia sangat mengkhawatirkan diriku. Tapi aku hanya bisa tersenyum untuk menanggapi pertanyaannya. Aku enggan untuk menjawabnya. Biarkan aku saja yang tau bagaimana rasa sakit ini.

Hyesun menghela nafas berat. "Kalau begitu saya permisi Nyonya. Jika ada apa-apa Anda bisa memanggil saya" ucapnya dengan berat sambil meninggalkan kamarku.

Aku hanya bisa menghela nafas. Bagaimana pun Hyesun sudah kuanggap sebagai adik sendiri. Dari mulai aku tinggal di rumah ini dia sudah menemaniku. Aku menatap makanan yang berada di meja dan mulai mengambilnya. Aku tidak tau sudah kali keberapa aku memakan makanannya yang sama setiap harinya. Semangkok bubur dan segelas air. Setidaknya aku tau bahwa ia masih peduli padaku.

---


You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 26, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

DifferenceWhere stories live. Discover now