Permintaan sang Ayah

4 0 0
                                        

Cha-cha Seorang gadis pelosok, penyabar juga cerdas. Semangat cha-cha untuk mencari ilmu sangat tinggi, karena cha-cha mengetahui ilmu itu bagaikan cahaya. Ketika kita mempunyai ilmu mau tinggal dimana pun baik itu tempat gelap maupun tempat terang tetap bisa menerangi tempat sekitar.

Saat ini cha-cha sedang sibuk menyelesaikan skripsi dan bekerja untuk bekal di tanah rantau. Selain itu Cha-cha seorang santri yang selalau berusaha membaca al-qur’an walau pun hanya satu ayat di saat kesibukannya. Kebiasaan seorang santrinya tak pernah cha-cha hilangkan, seperti ngaji yasin setiap malam jum’at, membaca surat al-mulk ba’da maghrib dan membaca surat  alwaqiah ba’da shalat subuh.

Suatu ketika cha-cha pulang ke rumah untuk merayakan hari raya idul fitri di rumah. Seperti biasa kumpul keluarga adalah moment yang sangat dinantikan oleh cha-cha, karena bagi cha-cha keluarga adalah segalanya. Salah satu moment bersama keluarga adalah bersilaturahmi kerumah sanak saudara. Saat itu cha-cha satu mobil bersama seseorang yang sangat cha-cha kagumi. Seseorang yang sangat cha-cha kagumi adalah ayahandanya.

Ayah : cha, kamu tuh sebenarnya punya pacar ga sih ?

Cha-cha : yaelah Ayah kaya ngga tau cha-cha aja, jangankan pacar cha-cha aja selalu jutek kalau ngobrol sama cowo. Kan ayah tau cha-cha tuh punya prinsip ngga mau pacaran maunya ta’aruf langsung nikah. Haha

Ayah : gimana kalau saat ini ada laki-laki yang mau ta’aruf sama kamu ?

Cha-cha : cha-cha sih belum kefikiran kearah sana yah, karena cha-cha lagi focus nyelesaiin skripsi dan kerja yah. Doain ya yah

Ayah : lah emang cha-cha sekarang berapa tahun sih umurnya ?

Cha-cha : baru juga 22 tahun yah, yaelah masa lupa sama umur anak sendiri. Saking banyaknya yah ? :D

Ayah : udah lumayan dewasa juga ya, putri kesayangan ayah ini. Seharusnya kamu sudah memikirkan kea rah sana nak, tidak ada salahnya menerima orang yang mau ta’aruf sama kamu. Masalah kamu cocok atau tidak itu maslah nanti.

Cha-cha : emang kenapa gitu yah ko kaya gini sih ngomongnya ?

Ayah : jadi semalam itu ada anak rekan ayah kerja di perusahaan dia meminta ta’aruf sama kamu.

Cha-cha : HAH ? AYAH SERIUS NIH ? AYAH NGGA BERCANDAKAN ?

Ayah : iya ayah serius dan ayah berharap kamu bisa cocok sama dia, karena dia sudah sukses memajukan usaha ayahnya. Biar kamu ngga kerja diperusahaan orang gitu. (sambil tersenyum dan mencubit pipi cha-cha). Ayah kan tahu cita-cita putri kesayangan ayah ini tuh menjadi muslimah entrepreneur*
*pengusaha

Cha-cha : emang siapa sih yah, teman ayahnya itu ?

Ayah : ituloh teman ayah yg punya perusahaan batu bara di kalimantan barat.

Cha-cha : owalah itumah cha-cha juga ngga pernah kenal atuh sama keluarganya. Ko dia mau taaruf sama cha-cha sih ? Kan belum kenal, kenpa ngga cari yg lain aja ? Kan banyak tuh yg lebih baik dari cha-cha.

Ayah : makanya itu taaruf dulu atuh sayang, kan kata ayah juga masalah cocok atau ngga masalah nanti.

Cha-cha : yaudah cha-cha coba shalat istikhorohin dulu ya.

Ayah : semoga didalam istikhorohmu memang dia adalah jodoh mu nak.

Cha-cha : ih ayah ngarep banget sih, ngga boleh gitu yah kan jodoh mah ditangan Allah. ayah sendiri yang ngajarin cha-cha kaya gitu. Ayah lupa ya ?

Ayah : ngga. Ayah ngga lupa. Ayah Cuma berdoa apa salahnya sih kalau kita berdoa kan Allah senang kalau ada hambanya yang berdoa atau meminta lain halnya dengan hambanya yang selalu merasa dirugikan jika ada saudara atau teman yang meminta.
Eh Kita udah sampai ngga kerasa ya, Alhamdulillah.

Kemudian mereka melakukan bersilaturahmi ke rumah saudaranya yg ada di Kota Sukabumi.

Terima kasih sudah membaca. 😘🙏

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 25, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Cha-ChaWhere stories live. Discover now