Sayup-sayup terdengar semilir angin menerpa dedaunan dan ranting pohon menciptakan suara khas yang membuatku terjaga dari tidurku. Gelap. Begitulah keadaan disekitarku ketika membuka mata. Hanya sinar rembulan yang masuk keruangan melalui sebuah jendela disampingku sehingga menciptakan bayangan dari bingkainya. Kuamati sekitar, melihat tempatku tertidur yakni sebuah sofa usang. Ku berpikir sejenak, mengingat hal apa yang terjadi sebelum nya sehingga membuatku berada disini. Kurogoh saku jaket ku, memgambil ponsel dan memeriksanya. Pukul 19:07, ada notifikasi sms dari ibuku "kau dimana?,jangan pulang terlalu larut" begitulah isi pesannya. Aku pun tak tahu tempat apa ini dan kenapa tiba-tiba aku sudah berada disini. Tak lama terdengar suara kaki seseorang seperti berjalan dilorong dan sedang menuju keruangan tempatku berada. Namun secara tiba-tiba kepalaku terasa berat, pusing, dan pandanganku mulai kabur. Dapat kutebak selanjutnya pasti aku takkan sadarkan diri.
“Biip..biip....”
Dering alarm handphone membangunkanku. Kulihat layar handphone ku menunjukkan pukul 05:00 pagi. melihat ke sekeliling dan menyadari bahwa aku benar-benar sedang berada di kamar tidurku. Berbagai macam pertanyaan muncul dalam pikiranku. Teringat akan kejadian kemarin yang menimpaku. Apakah kemarin itu hanya mimpi?, ataukah ibuku yang menjemputku dan membawaku pulang?, yang pasti pertanyaan kedua itu tidak mungkin, toh aku masih ingat kemarin tidak sempat membalas pesan ibuku bahkan aku sendiri tidak tahu tempat apa itu. Semakin banyak pertanyan-pertanyaan aneh yang menghampiri, aku pun langsung beranjak dari kasur dan berjalan menuju dapur tempat ibuku biasa melakukan aktivitas di pagi hari. Dan benar saja ibuku sedang memasak disana.
“bu..” panggilku sambil menghampiri nya.
“eh, kau sudah bangun. Cepat mandi lalu bantu ibu beres-beres”
“bu.. semalam siapa yang membawaku pulang?, seingatku kemarin aku pergi ke pinggir hutan untuk melukis dan.. sepertinya aku tertidur disuatu tempat” aku langsung bertanya padanya perihal kemarin.
“siapa yang mengantarmu pulang?, bukannya kau sendiri yang berjalan pulang kerumah. Begitu tiba dirumah kau bahkan tidak makan sama sekali dan langsung tidur. Ibu kira kamu habis pergi dari rumah temanmu.” jelas ibu.
“hee?, kukira kemarin aku pingsan. Makannya sekarang aku bingung kenapa aku sudah berada dikamar. Jam berapa aku tiba dirumah bu?, Lalu.. oh iya alat lukisku. Apa ibu melihat aku membawa nya semalam?” ucapku kaget mendengar penjelasan ibu.
“kau ini kenapa sih? Bangun tidur sudah ngelantur. Kau seperti orang yang amnesia saja”
“aku serius buu..”
“kau aneh sekali. Semalam kau pulang jam sembilan. Ibu kira kamu tidak akan pulang dan menginap di rumah temanmu. Kau bahkan tidak membalas pesan dari ibu. Sudah cepat mandi, setelah itu rapikan kamarmu, sarapan dan siap-siap berangkat sekolah. Kau ini sudah bukan anak SD lagi"
"Baik buu.." ucapku sambil memanyunkan bibir. Kemudian pergi melakukan apa yang ibuku perintahkan.
Hari semakin terang. Setelah selesai membantu pekerjaan rumah, aku langsung bergegas pergi sekolah. Tak lupa untuk berpamitan dulu kepada ibuku tercinta.
Setibanya disekolah, seperti biasanya aku langsung menghampiri tempat duduk temanku untuk membicarakan hal-hal yang tidak penting. Tak lama kami mengobrol, pak guru datamg memasuki kelas ku. Sontak aku terperanjat dan denan segera menuju tempat dudukku. Rupanya pak guru tidak sendiri. Dia datang dengan seorang anak laki-laki seusiaku. Anak itu terlihat sedikit mencolok dibanding anak laki-laki di kelasku. Dengan postur tubuh yang tinggi ramping, mata berwarna cokelat, dan rambutnya yang abu-abu langsung membuat mata para siswi tertuju padanya. Tak terkecuali aku. Penampilannya begitu perfect bagaikan seorang idol. Namun ada hal yang membuatku heran pada pandangan pertama. Pandangan matanya begitu tajam dan dingin, bahkan tak sedikitpun melempar senyuman pada kami.
"Ya silakan perkenalkan diri pada teman-teman baru mu" ucap pak guru kepada anak itu.
"Perkenalkan, saya Hideki. Senang bertemu dengan kalian" ucapnya dengan duara datar dan ekspresi wajah yang sama sekali tidak sesuai dengan yang ia katakan.
"Asal mu dari mana?" tanya salah seorang siswi.
"Sekarang aku tinggal di daerah XX" ucap nya masih dengan ekspresi yang sama.
WHATT?? Dia tinggal di daerah yang sama denganku?. Aku langsung menyimpulkan hal itu karena daerah tempat tinggalku merupakan daerah yang kecil sehingga bukan tidak mungkin kemungkinan jarak rumahku dengannya sangat dekat. Mungkin dia baru pindah kesini dan terpaksa bersekolah disini karena sekolah ini yang paling dekat.
"Oh ya tempat dudukmu di sebelah Zeane" ucap pak guru sambil menunjuk ke tempat duduk disampingku.
Dia berjalan kearahku dan langsung menuju bangku disampingku. Tempat duduknya terletak tepat disamping jendela sehingga otomatis akan terkena sinar matahari langsung.
Ketika aku tahu dia sudah duduk di bangku nya dengan melihat melalui ekor mataku. Diam-diam kulirikan mataku sekejap dan menyadari ada sesuatu yang aneh. 'Berkilauan' pikirku. Entah apa yang salah dengan mataku, kulihat kulitnya yang terkena sinar matahari terlihat begitu berkilauan. Lalu ku lirik kembali dia, namun ternyata sama sekali tidak ada yang aneh dengannya. Kupikir aku hanya berhalusinasi karena kejadian aneh kemarin. Pelajaran berlangsung seperti biasa, dan keseharianku disekolah pun sama seperti hari-hari biasanya.
