Suara gendang dan bertabung menghiasi malam, lampu lampu yang memang sengaja di buat untuk memeriahkan suasana berjejer rapi memperindah malam. Setiap tahun memang selalu begitu, para ketua desa dan rakyat mengadakan sebuah festival perayaan untuk mengingat para leluhur.
Besok para lajang akan mendatangi rumah para gadis dan melamar mereka. Gadis berumur 16-17 tahun dan pria berumur 19-20 sudah memenuhi syarat untuk mengikuti festival. Ini adalah adat turun temurun, yang mau tak mau harus di ikuti.
Begitu pula denganku, namaku kanaya putri anasari, temanku biasa memanggilku naya, dan sekarang umurku sudah menginjak 17 tahun. Tahun lalu belum ada yang melamarku, itu membuat ibu khawatir dan mempersiapkan segalanya tahun ini. Sejujurnya aku belum siap, aku adalah anak tunggal keluarga ini, mungkin setelah aku di pinang nanti keluargaku akan mengambil seorang anak angkat, tetapi masih terlalu cepat bagiku untuk membangun sebuah keluarga, aku masih sangat nyaman di manja oleh ibu dan bapak, sungguh aku berharap tidak ada yang datang melamarku besok.
.
.
.
DU LIEST GERADE
when destiny pulls you
FantasySuatu cerita yang merupakan imajinasi seorang pemula "tentang takdir dan penentuan hidup"
