Secangkir teh menemani indahnya kenangan dikala itu.
Kenyataan pahit harus kurasakan.
Membuyarkan indahnya kenangan dikala itu. Namun
Membohongi takdir adalah keahlian ku.
Ingin rasanya aku berputar arah, melupakanmu dari memori ini,
Melepaskanmu dari genggaman tangan ini, dan Mengikhlaskanmu untuk menjadi lebih baik.
Tapi...
Bayanganmu selalu ada disaat ku melakukannya.
Namamu membabi buta dalam hatiku.
Pikiranku terseret oleh ombak rayuan mu.
Dan aku tak bisa melupakan memori indah dikala itu.
Harapan yang ku bangun runtuh begitu saja, melihat kamu bahagia dengan dunia baru mu.
Namun...Aku lebih bahagia.
daripada dengan ku tapi harapan yang kau inginkan tak pernah terkabulkan.
Sekalipun aku harus menanggung rasa sakit ini.
Hari hari ku di temani oleh rasa itu.
Aku terlihat tegar di kerumunan dunia. Sebab tak ingin mengahancurkan memori barumu.
Aku terlihat ceria di kerumunan dunia.
Sebab tak ingin mengubah kebahagiaan mu.
Sebetulnya aku rindu, tapi...
Kau terlihat baik baik saja tanpa ku.
Dia yang kurindukan, malah merindukan cinta yang lain.
Dia yang ku perjuangan kan, malah memperjuangkan hati yang lain.
Dan aku masih di Medan tempur.
Berperang antara kenyataan yang tak sesuai dengan keinginan.
Padahal aku tau, sedikitpun kamu tak menginginkan ku.
Bagaimana bisa aku melupakanmu,
Sedang kau hidup di lingkungan ku.
Bukankah aku sudah berjuang semampuku
Bukankah aku sudah mengabulkan permintaan mu.
Bukankah aku sudah menemani hari hari mu.
( Stop...! Sadarlah wahai hati.
Kamu bukanlah yang dia inginkan.
Jangan kan prioritas, orang penting saja
Kau bukan.
Jangankan memiliki nya, dirindukannya
Saja kau tidak.
Kamu berlabuh ketempat yang salah.
Carilah persinggahan yang menerima
Kekurangan mu.)
Tuhan...
Perintahkan lah hujan untuk mengguyur ku dan petir untuk bergemuruh.
Aku ingin menangis dan menjerit tanpa terlihat dan terdengar.
Aku terlalu menyiksa diri.
Aku sering membohongi takdir.
Aku banyak memakai topeng kebahagiaan.
Aku singgah di kerumunan yang sepi.
Namun Rindu...
Kau datang tak ku undang.
Selalu mengetuk pintu hati.
Sengaja aku tak menyuruhmu tuk masuk.
Sebab ada rindu yang sudah bertamu dihatinya...
Terima kasih kau sudah datang dan hadir di kehidupan ku.
Tapi Ma'af aku belum bisa menerima mu.
Kembalilah di saat dia mengakui kesalahannya.
Kata Ma'af sudah ku siapkan dengan segenap senyuman.
Dan selalu terjaga aman dalam jantung do'a yang selalu ku persembahkan di se pertiga malam.
Sebab merpati takkan pernah lupa dimana sangkarnya berada.
Dan kucing akan selalu tau dimana ikan berada.
