pertemuan

4.8K 165 24
                                        

Rumah mewah, pekerjaan menjamin, harta segudang, tentunya itu yang diinginkan banyak istri dari suaminya. Ekspektasi itulah yang membuat Sasuke masih betah melajang saat zaman bujang dulu.

Jika disebut Sasuke berasal dari keluarga kaya memanglah tidak salah, keluarganya adalah salah satu keluarga paling kaya di desa.
Ia kehilangan orang tua disaat ia masih begitu belia dan ditinggal minggat kakak lelakinya, drama itulah yang terjadi pada hidupnya kini.

Bapak ibunya mati akibat dibunuh perampok yang menyambangi rumahnya tengah malam, entah Sang Pencipta masih sayang nyawanya atau bagaimana yang membuat Sasuke tidak ikut terbunuh malam itu. Seorang Nelayan yang kebetulan baru saja pulang dari melaut menemukan kejanggalan saat melewati rumahnya dimana ia lihat pintu belakang rumah nampak terbuka saat dini hari yang jelas sangat mencurigakan. Singkat cerita sang Nelayan pun memanggil warga desa untuk berbondong-bondong menyambangi rumah keluarga Uchiha.
Sayang saat itu sang pembunuh sudah berhasil kabur, meninggalkan jasad pasutri Uchiha yang terkapar dan dua anaknya yang bersembunyi dibalik almari.

Sudah tak mau mengingat. Dari pada Sasuke baper dengan masa lalunya lebih baik sekarang ia menatap masa depan, dengan seseorang yang kini tengah duduk disampingnya dengan wajah malu malu kucing. Duh manis sekali!

Rambutnya pirang. Orang ini memiliki mata biru dan kulit cokelat eksotis. Orang desa biasa menyebut ras ini wong londho.

Sasuke pertama kali bertemu dengan orang ini saat pasar malam. Dimana pandangannya terpaku pada sesosok wong londho berambut pirang yang tengah asik menciduki ikan cupang dengan wajah bahagia yang tolol, namun ia akui memiliki aura memikat.

Sebagai lelaki normal awalnya Sasuke mengacuhkan perasaan penuh pada perutnya saat melihat senyum si pirang. Hingga saat perjalanan pulang dan mendapati si wong londho berwajah ayu itu tengah dicegat segerombol bujang desa, Sasuke tidak bisa menahan diri untuk tidak menghampiri. Dan dengan sembrono mengahajar bujang-bujang itu sampai babak belur.

Naruto telah mencoba menghentikan tindakan anarkis Sasuke. Tapi ia hanya bisa tergugu ketika sang Uchiha mengindahkan teriakannya bahkan menampik dirinya hingga terjembab.

Dalam beberapa menit kemudian para bujang pengganggu itupun tumbang keatas tanah. Tak sempat melawan. Kalah telak ketika sang Uchiha menghajar mereka tanpa ampun seperti kesurupan.

Tanpa kata, Sasuke yang sudah puas menghajar para pengganggu-menurutnya, itupun menghampiri Naruto yang terjembab diatas tanah, terdiam dengan pandangan shock. Berusaha terlihat keren, Sasuke memasang wajah ogah dan mengulurkan tangan kehadapan si pirang.

"..."

Suasana hening ketika uluran tangannya tak disambut juga meski sudah bermenit menit Sasuke mengulurkan tangannya. Sasuke merasa malu ketika tak ada reaksi apapun dari si pirang.

Hingga pada menit ke 5, tangan sewarna karamel akhirnya terulur ke arahnya. Sasuke tersenyum girang dalam hati ketika menerima tangan Naruto yang terulur kepadanya. Merasakan tekstur halus dan kenyal yang membuatnya tambah panas dingin.

Bibir sewarna peach terbuka pelan- Sasuke sampai salah fokus dan hampir khilaf, sebelum sebuah kalimat keluar dengan nada yang tak pernah Sasuke duga bisa terlontar dari wong londho ayu dihadapannya.

"Teme.."

Wajah Naruto terlihat mengeras. Tapi mata Sasuke malah kembali salah fokus pada tulang belikat si pirang yang terlihat, ketika yukata yang dipakainya melorot sedikit.

"Apa yang kau lakukan pada teman-temankuu?!!"

"..."

Lah..

.
.
.
.
.
.
.



Tbc.
(Gw nulis apasih😕)

..next?

Janda Kembang Where stories live. Discover now