Malam ini terasa lebih sunyi dibandingkan malam-malam yang sebelumnya. Bulan dan bintang tak tampak sama sekali, membuat langit menjadi sangat gelap tanpa ada sinar sedikitpun. Tak ada bunyi hewan malam seperti biasa. Yang ada hanya suara angin yang berhembus dengan cukup kencang.
Udara yang cukup dingin membuat orang-orang memilih untuk tidur lebih awal dari biasanya. Dengan kasur empuk dan selimut tebal, mereka langsung terlelap dalam damai.
Aktivitas mereka disiang hari tadi mungkin sangat melelahkan sehingga mereka tidak terganggu dengan suara angin yang semakin kencang.
Disebuah rumah mewah yang hanya dihuni empat orang, tidak ada tanda-tanda jika masih ada orang yang terjaga. Sama seperti rumah yang lain, para penghuninya sudah terlelap dikamar masing-masing.
Disalah satu kamar, seorang gadis berusia enam belas tahun tampak tertidur dengan sangat nyenyak. Penghangat ruangan yang membuat udara disana hangat semakin membuatnya tenggelam dalam mimpi indah.
Gadis yang bernama Shin Hyo Ae itu adalah anak pertama dan terakhir dalam keluarga Shin. Tapi itu hanya bertahan sampai dua hari yang lalu.
Orangtuanya mengangkat seorang lelaki berumur satu tahun diatasnya menjadi saudara baru untuk Hyo Ae. Saudara Hyo Ae cukup tampan jika dibandingkan dengan lelaki yang sebaya dengannya.
Dia memiliki kulit seputih susu yang mulus, sama seperti Hyo Ae. Hidungnya tidak terlalu mancung, tapi terlihat cocok untuk bentuk wajahnya. Mata lelaki itu sangat tajam apalagi ketika melirik seseorang yang sedang mengajaknya berbicara.
Dia mempunyai tinggi badan kira-kira 175 Cm. Dia tampan, semua gadis yang pernah bertemu dengannya pasti akan mengatakan itu. Tapi sayangnya, ucapan lelaki itu kadang sangat menyakitkan. Dia juga terkadang berbuat tidak sopan.
Hyo Ae tidak membenci saudara barunya, sungguh. Hanya saja Hyo Ae terkadang kesal dengan sifat buruk lelaki tampan yang bernama Min Yoon Gi itu. Terhitung sejak dua hari tinggal bersama, mereka berdua hanya pernah berbincang satu kali.
Itupun saat mereka pertama kali bertemu dan Hyo Ae lebih dulu memperkenalkan diri. Diluar ekspetasi, Yoon Gi tidak menghiraukan Hyo Ae dan malah menanyakan letak kamar tidurnya.
Saat itu tentu saja Hyo Ae merasa kesal. Baru pertama kalinya dia bertemu orang yang tidak mempunyai sopan santun seperti Yoon Gi. Percuma saja tampan kalau dia bersikap menyebalkan, itulah yang waktu itu dipikirkan Hyo Ae.
Tetapi Eomma Hyo Ae segera meredakan emosi anak gadisnya itu. Setelah Yoon Gi pergi ke kamarnya, Eomma Hyo Ae memberi tahu latar belakang Yoon Gi.
Lelaki itu adalah anak satu-satunya dari keluarga Min. Kedua orang tua Yoon Gi mempunyai bisnis yang berkembang pesat di Korea. Hidup Yoon Gi serba berkecukupan.
Dia mendapat kasih sayang penuh dari kedua orangtua dan juga selalu terbutuhi kebutuhan materinya. Namun kebahagiaan Yoon Gi berakhir ketika mendapat telfon dari polisi yang memberitahukan bahwa kedua orangtuanya mengalami kecelakaan tunggal dan meninggal ditempat.
Yoon Gi langsung merasa frustasi dan berubah menjadi semakin tertutup kepada orang lain. Sebagai salah satu sahabat baik Tuan dan Nyonya Min, kedua orangtua Hyo Ae menawarkan Yoon Gi untuk tinggal bersama mereka.
Awalnya Yoon Gi menolak mentah-mentah tawaran itu. Dia bahkan berkata tidak sudi harus tinggal dirumah keluarga Shin. Tetapi entah karena apa, Yoon Gi mengubah pilihannya. Dan akhirnya, Yoon Gi pindah ke kediaman keluarga Shin.
Dor! Dor!
Tiba-tiba terdengar suara tembakan yang membelah suasana sunyi malam itu. Hyo Ae langsung terbangun karena terkejut. Suara itu terdengar sangat dekat dengan keberadaannya sekarang ini. Dengan diliputi rasa takut, gadis itu memaksakan dirinya untuk mencari tahu darimana suara itu berasal.
Dia melangkahkan kakinya perlahan saat menuruni tangga. Sepi. Disana tidak ada hal yang terlihat mencurigakan. Semuanya tampak sama seperti saat dia hendak tidur. Tidak ada barang yang hilang ataupun berpindah tempat.
Hyo Ae P.O.V.
Aku menghampiri pintu kamar Eomma dan Appa untuk bertanya apakah mereka juga mendengar suara yang sama. Aku mengetuk pintu kamar dengan tidak sabar. Tidak ada jawaban dari dalam. Aku kembali mengetuk pintu, kali ini lebih keras. Lagi-lagi tidak ada jawaban.
Akhirnya aku memutuskan untuk membuka pintu kamar itu sendiri. Untungnya pintu itu tidak terkunci. Aku langsung masuk dan mencari tombol untuk menghidupkan lampu. Saat ruangan itu sudah terang aku memekik sangat keras.
Diatas tempat tidur, Eomma tergeletak dengan leher bersimbah darah. Ada lubang bekas peluru disana. Sedangkan Appa, tubuhnya berada disamping Eomma tapi dengan posisi tengkurap. Dibelakang kepala Appa juga ada bekas tertembak.
Yang membuatku semakin syok adalah tangan kanan Appa yang memegang sebuah pistol.
Appa membunuh Eomma dan setelah itu dia bunuh diri. Itulah yang langsung kusimpulkan.
Mungkin karena mendengar teriakanku, Yoon Gi menjadi terbangun lalu segera berlari kesini. Lelaki itu juga tampak terkejut saat mendapati kedua mayat Eomma dan Appa. Dia langsung menghubungi polisi lewat ponselnya tanpa menghiraukanku yang sedang duduk sambil menekuk lutut disudut ruangan.
Aku menangis tanpa suara. Kepalaku tertunduk dalam, tidak sanggup lagi jika harus melihat kedua tubuh orang yang sangat kusayangi sudah tergeletak kaku dan tak bernyawa.
Aku tidak pernah membayangkan kejadian buruk seperti ini akan menimpaku. Eomma dan Appa memang pernah sesekali bertengkar, tapi aku tidak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Rasanya apa yang sudah kulihat malam ini tidaklah nyata.
"Bangunlah, sebentar lagi polisi akan datang." Yoon Gi berbicara padaku dengan nada memerintah. Aku mengangkat kepalaku untuk menatapnya. Dia berbicara padaku untuk yang pertama kalinya.
Dan saat itulah aku sadar kalau aku tidak sendiri. Aku tersenyum samar sebelum kehilangan kesadaran. Dapat kurasakan Yoon Gi berlari dan menahan tubuhku agar tidak terjatuh ke lantai. Ya, aku tidak sendiri karena ada Yoon Gi.
######
Helooo....
Aku bawa yang baru disini^.^
hope you like my prologue ;)
Kalo ada yang typo atau penggunaan EYD nya salah tolong kasih tau ya;)
Please vote and comment guyss <3
yang voment aku doain bisa nonton konser bias gratis :v
and lets be friend guys
With love,
Lewinsky.
YOU ARE READING
Just [SUGA FF]
FanfictionKau hanya perlu memilih. Bertahan atau pergi? like a loyal rainbow waiting for the rain to stop, that's how I will wait for you - Shin Hyo Ae I fell in love with someone who even desires me to disappear from this world - Min Yoon Gi
![Just [SUGA FF]](https://img.wattpad.com/cover/142345441-64-k412487.jpg)