Prolog

35 7 0
                                        

Arrgghhhhh... kesiangan lagi.
"Maaa... aku ga sekolah ya, udah mau telat nih" sambil memelas
"Enggak hanna... biar mama yang ngantar.. maka nya mandi sana biar ga telat !"
"Iiihh... mama, Yaudah deh iya aku mandi"
Aku pun selesai mandi dan kau mau tau apa harapanku, harapanku agar jarum jam panjang bisa secepatnya berjalan melewati angka 30 karena gerbang sekolah ditutup jam 7.30.
"Yaahhh... masih jam 7 lewat 20 maaa ?"
"Iya, udah makan dulu sarapan nya biar langsung berangkat dan supaya mama ga telat pergi kerja nya"
"Iya tau"
Di sepanjang jalan aku berharap pak Dani, sang penjaga pintu gerbang sekolah, sudah menutup rapat-rapat gerbang sekolah.
"Ehh maa... berhenti dulu, itu tadi Hanna lihat ada anak cowok jatuh" sambil kaget
"Hah... mana ?"
"Itu maahh... makanya berhenti dulu"
Aku dan mama pun turun dari mobil,
"Heii... kamu gapapa, kan ?"
"....." menatapku secara dingin
"Ooh... maaf, bukan maksud ku sok akrab atau gimana tapii... lihat lutut mu kau terluka parah"
Aku mengambil kotak merah, kapas dan perban yang ada di mobil karena mama ku selalu membawa kotak P3K,
"Sini... biar aku obatin"
"Emang nya kamu bisa ?" Katanya sambil melihat luka nya
"I..iya bisa lah.. udah sini biar aku obatin luka lo"
Aku pun mulai membuka kotak P3K dan pada saat itu juga mama ku ingin segera pergi,
"Aduuhhh... Hanna gimana nih, mama udah hampir telat" melihat jam tangan mama yang selalu terlihat glamour
"Iihh... mama sabaaarr..."
"Udah tante, biar anak tante sama aku aja pigi sekolahnya"
Dan kebetulan anak ini satu sekolah sama aku tapi aku tidak mengenali nya
"Hah... lo serius ? Lo sekolah di SMA pancasila ?"
"Iya.. gue anak baru disitu"
"Oh... Yaudah kalau Gtu tante tinggal Hanna sama kamu ya"
"Iya tan Gapapa kok"
"Maaf kalo tante ngerepotin kamu"
Mama ku pun langsung menuju mobil tanpa tau nama anak ini yang sudah mau mengantarkan ku
"Oh ya, nama lo Hanna ya ?"
"Eh.. iyaya, nama gue Hanna dan lo.. nama nya ?"
"Gue ? Panggil aja gue iyan"
"Oohh.. Oke iyan hehehe"
"Makasih ya udah di perban luka gue" sambil memegang tanganku dan seketika ntah kenapa aku gugup dan salah tingkah yang aku harap dia tidak illfeel ke aku, hehehe....
"Eh maaf, ga sengaja" sambil melepas pegangan tangan nya dari ku
"Ahh... Hmm... yaya gapapa hehehe..."
"Yaudah naik, ntar kita telat"
"Iya okee"
Kami pun bergegas menuju sekolah kami yang kira-kira tidak jauh lagi. Dan kami pun sampai di parkiran sekolah,
"Ehmmm.. yan bagaimana disitu aja parkirnya" sambil menunjukkan tempat yang aku inginkan
"Oke"
Pada saat kami mau mengarah kesana tiba-tiba di sana ada si hafiz, ya dia orang yang sok cool dan aku gatau biar apa dia kek gitu.
"Eh han... sama siapa ?
"Ga perlu tau" sambil membuka helm
"Sewot amat sih han..."
Iyan pun membuka helm nya dan sekaligus turun dari kendaraan nya.
"Aku duluan ya han..." sambil menatap si iyan
"Iyaa... "
Si anak cool itu pun berjalan meninggalkan kami tapi tak apa ku rasa itu lebih bagus.
"Siapa itu han ? Pacar ya ?"
"Hah... enggak kok enggak beneran, dia bukan pacarku"
"Jadi ?"
"Dia kawan kelas ku kok"
"Ooh... yayayaa"
Kami pun bergegas masuk dan ketika aku mau menuju ke kelas ku si iyan bertanya denganku,
"Han... kelas sosial 1 dimana ya ?"
"Oohh.. lo anak sosial ya yan ?"
"Iya.. gue ga suka pelajaran anak ipa, hehehe" sambil memasang dasi
"Tepat di samping kantin sebelah kiri yan"
"Oohh... disitu ya ?"
"Iya.. mau gue antar ?"
"Enggak usah ntar ngerepotin lo" sambil mengelus rambut ku dan jujur aku makin sukak sama iyan 😂😂😁
"Apaan sih... berantakan lagi deh nanti" pura-pura marah
"Ehh.. iya deh maaf"
"Hehehe... gak kok aku bercanda tau "
"Yaahh... aku di kerjain sama ratu ku" sambil senyum dan melirik ku
Sumpah demi tuhan, Ratu ? Apakah secepat ini ? Tuhaannn... bantu aku untuk memendam perasaan ini
"Hehehe Yaudah deh sana ntar Kenak hukum di kelas karena terlambat masuk" sambil melihat jam tangan ku
"Okeee... ratu kuuuu" sambil menciul ujung hidung ku
Lagi-lagi dia membuat ku terbang.

Bersambung.....

Dua hatiStories to obsess over. Discover now