BAGIAN 1

25 1 1
                                        

SEIMBANG

Rasanya aneh, kamu tidak mau tau lagi ku, dan aku terus lagi mencarimu

Bukankah sebuah permainan seperti ini tidak akan berujung ?

Lucu. Ini tidak adil

Kamu memulainya, dan haruskah aku tertinggal untuk mengakhirinya ?

Ini memang tidak adil

Tapi Tuhanku Maha Adil

Terimakasih sebelumnya

DIA membuatku tak sudi memandangmu

Maafkan angkuhku terhadapmu

Aku hanya takut jatuh padamu lagi

Aku takut memelukmu lagi

Aku takut angin membawaku ke permainanmu lagi

Terimakasih atas semua Tuhan

-ras-


DIMENSI

Aku tahu ini nyata

Namun dunia tidak buta

Auramu kini berbeda

Bayangmu tak lagi ada pada cermin

Kasihmu tak lagi pernah bisa kujamin

Kepada taman layu aku bermain

Bolehkah kita bertukar diri ?

Akupun ingin tahu semelegakan apa kamu menjadi

Ketika meninggalkan ragamu sendiri

Aku percaya adanya kamu

Dalam dimensi barumu

Dan dirimu kini hanya sebuah semu

Kesendirian ini merindukan kebersamaan

Kesunyian ini merindukan keramaian

Kesabaran ini merindukan perdamaian

Dalam doaku,

Nisan hidupmu kukenang

-ras-


IMAJINASI

Aku benci imajinasiku sendiri

Aku benci murungnya diri

Aku benci kejadian setelah hari

Imajinasi – imajinasi itu

Seperti menjadi raja dipikiranku

Berkuasa dengan beku dan kaku

Memutar tayangan cerita singkat

Layaknya lalu lintas yang padat

Menjadikannya sebuah firasat

Keadaan dimana hati harus selektif

Membangun pikiran kreatif

Memilah fakta dan fiktif

-ras-


PENIPU

Pandangan itu, terletak pada satu titik di pulau seberang

Melewati angin kencang

Membawa cerita yang panjang

Raga ini tidak pernah lelah

Walau telah bersusah parah

Menanti kedatangan sang payah

Aku mencoba berdamai dengan keadaan

Berbisik pada ikan – ikan

Seolah tak ada yang pedulikan

Jangan sepertiku

Cukuplah aku sebagai penipu

Penipu diriku sendiri

-ras-


GELAP

Aku memeluk erat lutut pada sudut ruangan butut

Menutup mata,telinga,dan mulut

Lihatlah, aku terlihat sangat kusut

Semua terasa abu-abu bahkan hitam

Membuat darah naik pitam

Kembali pada yang kelam

Siapapun yang menghampiriku

Tolong katakan pada seorangku

Aku tidak bisa melihat pelaku

Maafkan keegoisan diri

Aku akan mengenalmu sendiri

Lebih jauh saat Tuhan menghampiri

-ras-







You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 12, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Aksara HatiStories to obsess over. Discover now