Prolog

116 24 3
                                        

Minggu,
Dini hari 00.30

  Sakit, panas, dan sesak, Itu yang kurasakan sekarang. Saat pelahan kubuka mataku, terdapat seseorang dengan jubah hitam dan aura merah darah yang menyelimuti kamarku.
  Sesuatu seperti sebuah mutiara berwarna putih seputih susu keluar dari dadaku hingga menyelimuti seluruh ruangan dengan cahaya putih, perlahan cahaya memudar seiring dengan itu kesadaranku pun memudar...

Keesokan paginya...

"Estlynnn...!"
"Estlyn cepat bangun!! Atau harus kusiram dul-" teriakan itu terhenti ketika Estlyn berdiri dengan pakaian rapi didepan ibu tirinya itu.
  bukan seragam sekolah karna ini hari minggu tetapi seragam seorang maid yang ia kenakan.
"Kenapa harus setelah aku berteriak kau akan datang?!" pertanyaan Ibu tirinya hanya dijawab dengan tatapan dingin dari Estlyn.
  "Kenpa kau selalu menatapku seperti itu hah?!" merasa di acuhkan ia menyuruh Estlyn untuk cepat mengerjakan tugasnya "kalau begitu cepat lakuka-" ucapannya terpotong karena Estlyn telah menghilang dari hadapannya...

Yah...
Seperti itulah Estlyn kehidupannya yang membosankan tetapi sangatlah kejam membuat dirinya menjadi sosok yang acuh terhadap segala hal.
.
.
.
.
.

ini cerita pertamaku mohon dukungannya yah🙏😆😆

MY LOST TALENTStories to obsess over. Discover now