Prolog

54 5 1
                                        

"Gas?"

"Hm,"

"Anjir, sok ngartis bat lo. Jawab telpon aja seabad."

"Gak penting, gue matiin."

"Wow, ternyata Lo bisa ngomong lebih dari satu kata."

"Satu."

"Tadi Lo ngomong empat kata geblek, ga lulus TK ya lo?"

"Dua."

"Oh, lo lagi ngitung."

"Ti-,"

"Iya iya! Sabar kenapa sih.
Gue gak mau di Tutorin sama elo."

"Terus?"

"Jadi Sabtu Minggu nggak usah ketemuan buat belajar! Gue yang bakal urus soal Bu Marta."

"Terus, Lo pikir gue peduli?"

"Serius Gas! Gua lagi nggak mood marahin Lo, jadi serius dikit bisa nggak?"

"Nggak."

"Gue sleding juga ya lo lama-lama."

"Silahkan."

"Tapi masalahnya, gue nggak tau cara nyeleding orang gimana."

"Selain bego fisika, ternyata Lo bego dalam hal lain juga."

"Bangsul. Kenapa gue sama lo jadi keliatan akrab gini ya?"

"Ngarep?"

"Najis."

Tuuuut---

Gasa kampret! Jantung gue langsung ngedisko.

...

Jadi gini gais, gue punya cerita tentang Pita sama Gasa, tp masih disimpen di ms.word.
Dan lapak ini, ea lapak, kek mau jualan aja lu. Ok lanjut, lapak ini hanya berisi telponan nggak jelasnya Pita sama Gasa.
Gitoh!
Informasi aja nih, Gasa tuh kalau di sekolah dingin banget, apa lagi sama Pita yang hobinya cuman marahin Gasa.

Call Me!Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora