Part 1

59 5 0
                                        

"Aku suka senja,  karena senja akan mengubah hari ini menjadi cerita masa lalu"  Ailah Dania

Namanya Aila Dania, Aila anak pertama plus anak tunggal, hidupnya mungkin kata orang agak jauh dari kata kekurangan, mendengar itu Aila agak senyum-senyum dusta.
Apa mereka tahu seluk  beluk Aila? bahkan hanya 10% dari kehidupan pribadinya mereka tidak tahu.

Aila hidup mandiri dengan fasilitas super, di jakarta. Ia baru pindah dari smk ternama di salah satu kota bandung  yang akan melahirkan alumni seorang pramugari salah satunya.  Aila terbiasa hidup sendiri bahkan terusik orang pura-pura akrab ia tidak suka, dia benci keramaian, laki-laki, bahkan teman pun aku tidak ingin memilikinya.

Pagi harinya ia berangkat ke sekolahnya yang baru di jakarta. Ini  sma ketiganya setelah beberapa kali pindah. Semua hampir seperti biasa saja. Ia duduk di samping Dira, yang katanya sekretaris kelas yang super bawel, dan suka ngadu.  Aila hanya fokus dan tidak terlalu mempedulikan perkataan orang-orang di kelas, pertanyaan pun hanya ia jawab dengan senyuman. Ia hanya ingin hidup mengikuti proses tanpa harus pusing-pusing dengan masalah teman, cinta, bahkan dunia. teman itu hanya membuat Aila jadi orang bodoh karena banyak penghianatan didalamnya

Kalau kalian tanyak kenapa aku hidup?  Aku juga bingung harus mengatakan apa.  Aku tau bunuh diri dalam agamaku adalah perbuatan hina dan dosa.  Langit izinkan aku bersamamu. Agar aku hanya bisa melihat dunia dari atas tanpa harus merasakan munafiknya kehidupan.

Hari ini semua berjalan baik-baik saja tidak ada yang spesial aku pulang naik bus. Aku lebih suka naik bus walaupun banyak orang yang mengangguku, " wanita itu model atau artis?" bisik penumpang bus. Aku langsung memakai masker saat orang-orang semakin memperhatikanku, karna itu salah satu black list dalam prinsip hidupku (tidak mau jadi pusat perhatian apa pun jenisnya),  sore hari aku habiskan di taman dengan memakai baju kaos putih dan celana panjang untuk berolahraga rambut yang aku gerai pun mulai terasa panas tapi aku lupa bawa ikat rambut. Itu membuatku hanya menggulung asal kebelakang sehingga menghasilkan kesan manis seperti wanita-wanita di jepang.

Hari pun sudah mulai gelap matahari sudah mulai bersembunyi di gantikan bulan aku pun beranjak untuk kembali ke apartmentku. Aku sangat suka melamun saat menikmati senja karna di dalamnya tergambar kejadian hari ini yang akan menjadi masa lalu, tiba-tiba
" minggir-minggir" teriak seorang laki-laki bersepeda
Citttt bummm
pria itu terjatuh di tepi jalan saat menghindari aila di depannya tapi aila tidak peduli ia hanya berjalan menghiraukan kejadian itu.
"Parah tu cewek, awas aja kalo ketemu'' umpat pria bertubuh tinggi tersebut sambil berdiri menuntun sepeda lamanya yang remnya blong

jalan begitu ramai tapi Aila merasa sendiri, lampu yang berwarna-warni pun Aila anggap hanya putih
Ya dia aila yang masih tetap melamum, tatapan kosong masih berjalan di temani air mata yang mulai ingin keluar dari zona nyaman air mata tersebut
Gambaran-gambaran masa lalu datang bergantian menambah goresan yang beberapa saat aila lupakan.
air mata itu jatuh tak terhenti-henti aila pun mulai mengeluarkan suara tangisnya di bawah pohon sambil menutup matanya.
Orang berjalan ia hiraukan saat pria itu berjalan ia ingin memarahi gadis dihadapannya tapi ia urungkan
"Belum saatnya gadis aneh, tunggu saja nanti" ucap pria tersebut dalam hatinya sambil berlalu dari hadapan Aila.

Di dalam apart aila mulai memasak saat sudah selesai mandi.
dia memang hidup sendiri tapi ia sangat peduli dengan kesehatanya karena ada seseorang paling aila sayang yang membuat Aila selalu mengingat senyumnya saat ailah menjaga kesehatannya.


Salam Manis

Mai_ra

Black List Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang