Prolog

0 0 0
                                        

Hari ini keadaan rumah Zeus begitu kacau. Dimarahi habis-habisan oleh Mama karena nilainya merosot drastis. Ditambah dengan Mamanya yang tiba-tiba menghilang dari rumah sehabis bertengkar dengan Papa.

Senja sudah menjemput. Mentari tenggelam dibatas cakrawala. Langit berwarna ungu kebiruan dengan semburat jingga yang memukau. Pemandangan indah, tapi Zeus tidak menyukainya.

Sudah sejak satu jam lalu Zeus menapaki trotoar kota yang ramai tanpa alas kaki. Dia butuh pelepasan. Dan bingung harus kemana.

Taman dengan sekaleng bir.

Sepertinya itu pilihan yang tepat.

Zeus menapakkan kakinya pada lantai minimarket yang licin. Udara dingin dari air conditioner langsung menyambutnya.

Tanpa memperdulikan mbak kasir yang mengucapkan kata sambutan khas minimarket, Zeus melangkahkan kakinya pada rak minuman. Tangannya yang pucat hampir menyentuh sekaleng bir. Namun, pergerakannya terhenti saat tangan halus yang dihiasi gelang unicorn menahan pergelangan tangannya.

"Zeus, kamu masih SMA. Tidak boleh meminum minuman laknat seperti ini."

Seketika, Zeus langsung jatuh cinta kepada perempuan bernama lengkap Aster Planetisa itu.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 19, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

AsterplanetisaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang