*Silla pov*
Aku memandang rindu rumah yang tetap berdiri kokoh didepanku, rumah tempat ku tumbuh dari kecil hingga aku bisa seperti ini. Rumah yang telah lama tak ku kunjungi..... tujuh tahun!!apa itu bisa di katagori kan lama???
meninggalkan sesosok perempuan yang membesarkan ku penuh kasih sayang sendirian, sebenarnya waktu aku meninggalkannya ia tidak sendiri...dia tinggal bersama saudari ku.
ya,,,saudari ku!!? tapi sayang nya itu hanya berlangsung selama setahun setelah kepergian ku. kau tau kenapa??? mungkin jika ku ceritakan ini kau tidak akan percaya.....apa kau percaya jika aku katakan saudariku mengusir ibu yang telah berjasa banyak untuknya hanya karena permintaan kekasihnya!! sekali lagi hanya demi KEKASIHNYA!!!!!
ibu yang selama ini selalu menuruti keinginannya, bahkan jujur saja sampai mengorbankan diri ku demi nya. Saudari yang bahkan nyawa ibu saja rela dia jual demi kebahagiaannya, tanpa peduli betapa tersiksanya perempuan kesayangan ku itu.....hah!! amarah ku kembali tersulut mengingat kata-katanya tadi.....
flashback
*dia sudah lama tidak tinggal disini, jadi untuk apa kau mencarinya ketempatku?!* ucap Laras saudari ku datar
*maksud kaka? bukannya mama tinggal bersama kaka??* tanyaku kaget
*kau fikir berapa lama kau meninggal kan wanita tua itu, bersama ku?? tujuh tahun!! apa kau gila menyuruh ku mengurus wanita tua yang merepotkan seperti nya, dan kau fikir aku mau menampungnya tanpa bayaran. gunakan otak bodoh mu itu!!!* teriak nya keras, sambil menatap ku tajam
* apa maksud mu???* tanya ku khawatir
*ternyata kau memang bodoh sangattt bodoh..tentu saja aku mengusirnya* sahutnya malas, lalu menyulut rokoknya santai
aku terdiam, seketika amarah ku tersulut karena ketegaan nya terhadap ibu ku.
*KAU MENGUSIRNYA!!! ATAS ALASAN APA KAU TEGA MELAKUKAN ITU HAH!! DIA IBU KITA, DIA IBU MU JUGA...KENAPA KAU SEJAHAT INI!! DI MANA HATI MU!!!* teriak ku marah, ingin rasanya aku mencekik nya seperti yang dulu sering kami lakukan ketika bertengkar. tidak bahkan aku ingin melakukan lebih dari itu,,membunuh nya mungkin...
*Aku sudah mengatakannya bukan?! aku tidak ingin menanggung beban dalam hidup ku, dan lagi kekasih ku tidak ingin melihat wanita tua itu di apartement pemberiannya ini. jadi aku suruh saja dia kembali kerumah tua yang reot itu, bukankah aku cukup baik membiarkan dia tinggal di atas tanah milik ku??* ucap nya santai tanpa peduli kebencian ku yang kentara terlihat dari tatapan ku.
* kau!!!! lalu uang yang selama tiga tahun ini ku kirim untuk mama, apa kau berikan padanya!!* tanya ku was was
* heh!! tentu saja tidak, untuk apa aku berikan itu?? selama itu bisa menambah kebutuhan ku untuk bersenang-senang aku tidak akan memberikannya kepada siapa pun* ucap nya sambil tersenyum remeh, rasa benci ku semakin besar hingga rasanya tidak ada lagi rasa sayang terhadap nya yang notebane nya saudara kandungku sendiri.
*DASAR ANAK KURANG AJAR!!! AKU MEMBENCI MU, SAMPAI KAPAN PUN AKU AKAN TERUS MEMBENCI MU !!! SETELAH INI JANGAN PERNAH KAU BERHARAP AKAN BERTEMU KU DAN MAMA BAHKAN KENANGAN TENTANG PAPA....MULAI HARI INI HUBUNGAN INI PUTUS!! DAN AKU TIDAK AKAN PERNAH MENGANGGAP KAU SEBAGAI SAUDARI KU LAGI...TIDAK AKAN PERNAH!!* teriak ku murka.
dia pun menatap ku tak kalah marah, lalu menarik lengan ku kasar menuju pintu apartemen milik kekasihnya itu
*KELUAR KAU WANITA GILA!! DAN ASAL KAU TAU AKU TIDAK AKAN MENYESAL DENGAN APA YANG TELAH KU PILIH, DAN YANG AKAN MENYESAL ITU KAU DAN SITUA BANGKA ITU CAMKAN!! AHH!! DAN TERIMA KASIH ATAS KEPUTUSAN MU INI...MEMUTUS KAN HUBUNGAN KU DENGAN KELUARGA MISKIN INI* teriak nya sambil menyeret ku keluar dan disusul dengan koper yang berisi baju-baju ku.
YOU ARE READING
My Destiny Is My Hottest Boss
RandomBagaimana jika seorang PRISILLA ZAUHARY yang notebane nya seorang sekretaris baru di sebuah perusahaan ternama, berhasil menarik perhatian Boss yang selama ini dikenal flat dengan kehidupannya. Mampukah boss nya tersebut merebut hati silla yang t...
