Hei..
Kenalkan namaku Reza, Reza Darmawan. Aku seorang dokter yang cukup populer apalagi dengan ketampananku. Pasienku rata-rata wanita dan ibu-ibu. Mereka mengeluhkan hal-hal kecil kepadaku. Tapi diantara mereka, aku hanya bersenang-senang. Belum ada yang benar-benar bisa membuatku tertarik.
Hingga akhirnya aku di dahului adikku, yaitu Ilham. Ia akan segera bertunangan dengan pacarnya, Ranti. Ya maklumlah aku mencari seorang wanita dan calon ibu untuk anak-anakku kelak.
Awal ceritaku, pada saat hari libur. Aku di minta untuk tetap stay di Rumah Sakit karena dokter yang lainnya lagi ke luar kota. Ya aku hanya menjalani, karena kebetulan liburan ini aku tidak punya rencana. Hari libur seperti ini ternyata ramai banget, apalagi aku sendiri dokter yang menangani. Cukup repot aku menghadapinya. Hingga ada seorang wanita kecil berjilbab syar'i. Ia di temani teman wanitanya sambil memegang dadanya. Sepertinya asma..
"silahkan duduk mbak. Biar langsung saya periksa."
"kamu mau ngapa?" sambil terkejut dan masih mencoba mengatur napasnya
"saya mau masang ini mbak."
"nggak. Saya hanya mau sama susternya aja."
"baiklah. Sus, tolong pasang ini" sambil menyodorkan sambungan pernapasan. Setelah di pasang, ia pun baru mudah untuk bernapas kembali.
"keluhannya apa aja mbak?"
"sesak di dada. Dan kebetulan emang dia punya resep asma."
"ya udah saya kasi resep saja. Siapa namanya mbak?"
"khadijah, umur 22 tahun"
Reza pun menuliskan resep untuknya.
"ini resepnya, silahkan kembali bila anda merasakan keluhan yang lain."
"terima kasih dok."
"ok." Rina temannya khadijah pun menyalami dokter Reza.
Saat Reza akan menyalami Khadijah, iya hanya menyambutnya dengan tangan di dada. Karena tentunya Reza bukan muhrimnya.
"oh iya.."
Setelah Khadijah keluar, Reza merasakan perasaan yang cukup aneh dari pasien yang lain dan sepertinya ia tertarik.
YOU ARE READING
Idaman Tanpa Duga
Romancedokter tampan, keren tapi di dului adiknya? apa yang salah? mungkin nggak laku? hingga ia bertemu sosok 'wanita itu'
