Siapa sangka? Seorang Akashi Seijuurou pun menyukai barang yang semanis dan selembut permen Yupi.
~×~
Kuroko no basket © Fujimaki Tadatoshi
Yupi © it's owner
Yupi (ff) © alice-gawa alvira
Warn!: Cerita ini mengandung ke-gaje-an dan ke-abal-an, bahasa tidak baku, cerita berantakan, dan segunung typo. Kesalahan lain silahkan dicari sendiri ✌
Mau baca silahkan. Nggak suka? Nggak usah baca. Segala resiko yang didapat pembaca karena fict ini mohon ditanggung sendiri.
~×~
Pemuda berwajah manis-Kuroko Tetsuya- itu selalu beranggapan bahwa seorang Akashi Seijuurou, yang merupakan pemuda luar biasa dengan segudang kelebihan dan secuil kekurangan itu tak akan merepotkan dirinya untuk pergi ke warung kecil seperti yang ada di pinggir-bagian luar- bangunan sekolahnya. Karena yang selalu ada di pikirannya adalah Akashi Seijuurou akan lebih memilih pergi ke supermarket atau mall-itu sama saja- daripada pergi ke warung yang bahkan nyaris tidak terlihat itu.
Tunggu!
Nyaris tidak terlihat?
Sepertinya Tetsuya mulai mengerti kenapa Seijuurou pergi ke warung kecil. Dan dugaan Tetsuya adalah Seijuurou membeli hal yang-mungkin- sedikit memalukan dan berusaha agar tidak terlihat-tentu saja karena harga dirinya yang selangit itu.
'Apa Akashi-kun membeli majalah Mai-chan?' pikirnya. Tapi tak sampai lima detik kemudian, pikiran itu ia tepis, 'Akashi-kun bukan orang mesum seperti Aomine-kun.'
Lalu apa? Tidak mungkin juga Seijuurou akan membeli majalah fashion milik Ryouta. 'Akashi-kun bukan orang narsis.' katanya dalam hati.
Tetsuya semakin menipiskan keberadaannya lalu menyipitkan mata, berharap pandangannya tentang apa yang dibeli Seijuurou bisa lebih tajam. Tapi sayang sekali, tubuh Seijuurou menghalangi pandangannya.
'Akashi-kun beli apa, sih?' kepo-nya. Ternyata dibalik tubuh mungilnya, Tetsuya adalah mesin pengorek informasi yang takkan berhenti kalau apa yang diinginkannya belum terpenuhi.
Tetsuya tak tahu apa yang dibeli Seijuurou karena barang itu sudah masuk dalam kantung plastik-dan Tetsuya kecewa. Tapi tunggu!
Tetsuya punya hipotesis kedua!
Saat Seijuurou mulai beranjak meninggalkan warung itu, Tetsuya bisa melihat seperti apa penjaga warungnya. Seorang gadis yang luar biasa cantik dan manis, berambut panjang hitam legam, dan gerakannya yang sangat feminim juga sopan.
Fix! Akashi Seijuurou kemungkinan besar menyukai-atau mencintai- penjaga warung itu!
Dan fix! Kuroko Tetsuya mengalami keretakan hati cukup parah karena pemikirannya sendiri.
Bagaimana kokoro-nya tidak potek kalau orang yang diincar sejak lama malah suka dengan orang lain?
Akhirnya Tetsuya pulang dengan hati seperempat lega-karena tahu apa yang disembunyikan Seijuurou, walaupun cuma dugaan- dan tigaperempat hancur-karena pemikiran bahwa cintanya takkan terwujud.
Demikianlah akhir dari pengintaian Kuroko Tetsuya pada Akashi Seijuurou di hari Selasa yang cerah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tapi sayangnya cerita ini belum berakhir.
Esok harinya, Tetsuya mendiskusikan hal itu dengan teman-temannya yang tergabung dalam Kiseki no Sedai a.k.a Kisedai minus Seijuurou tentu saja. Generasi error-salah- generasi keajaiban itu mendengarkan cerita Tetsuya dengan seksama, walau mereka cenderung lebih tertarik memperhatikan bibir mungil Tetsuya bergerak-gerak minta dilumat-uhuk.
YOU ARE READING
Yupi
FanfictionSiapa sangka? Seorang Akashi Seijuurou pun menyukai barang yang semanis dan selembut permen Yupi. ~×~ Kuroko no basket © Fujimaki Tadatoshi Yupi © it's owner Yupi (ff) © alice-gawa alvira Warn!: Cerita ini mengandung ke-gaje-an dan ke-abal-an, bahas...
