Chapter 1 : Awal Mula

17 0 0
                                        


Mungkin aku akan sedikit bercerita tentang siapa aku, berapa usia ku, dimana aku dilahirkan dan dibesarkan, siapa orang tua ku dan seperti apa latar belakang keluarga ku...

Nama ku, Andi Saputra Dinata... Dan sering dipanggil Andi, aku dilahirkan di Jakarta, 15 April 1994 dan aku bisa di bilang besar dan lahir di jakarta, ya saat ini usia ku beranjak 13 tahun, dimana mungkin sudah cukup di usia yang sangat matang.. Sedikit cerita saja tentang keluarga ku, Orang tua ku menikah di usia 23 tahun (Ayah) dan 25 tahun (Ibu) aku merupakan anak pertama dan satu-satu nya atau bisa dibilang aku anak tunggal, semata wayang.. Singkat cerita hubungan kedua orang tua ku dibilang tidak cukup harmonis, sehingga pada suatu hari mereka terlibat sebuah pertengkaran yang besar, yang di karenakan ada nya kehadiran dari orang ketiga ya bisadi sebut sebagai "PELAKOR" ya itu bermula saat dimana awal mula Ayah ku ketahuan memiliki perempuan lain, dan ibu ku mengetahuinya dan pertengkaran itu terjadi sehinggai kedua orang tua ku memutuskan untuk berpisah, terutama ibu ku yang memang sudah tidak ingin bersama dengan ayah ku, saat itu usia ku baru beranjak 12 tahun, dan saat itu aku masih berada di kelas 6 SD ya masih cukup belia dan kecil memang harus menyaksikan perpisahan kedua orang tua kita, dimana saat yang memang sedang-sedangnya mebutuhkan kasih sayang yang utuh dari kedua orang tua kita, karna memang mungkin di usia itu sedang dalam kondisi masih puber pubernya yah, hehe..


Mungkin sudah cukup perkenalan dan sedikit latar belakang keluarga ku, hehe dan aku bersyukur dengan sangat karna mungkin aku masih dapat melanjutkan dan melalui semua nya hehe..



Sebuah pagi yang cerah dan indah menikmati sinar mentari yang memasuki disetiap celah-celah jendela kamar yang langsung menyinari seisi ruangan kamar yang kecil ini, yang membuatku terbangun dari tidur ku.. Sebenarnya aku sangat enggan untuk bangun dan memulai semua aktifitas ku yang mungkin bisa dibilang biasa saja atau sama saja tidak ada yang berubah setiap kali aku bangun pagi dari tidurku..

Setalah kejadian semalam kini ku, harus kembali memulai aktifitas sekolah ku, yang sebenarnya aku tidak ingin melakukannya, tapi karna aku kembali melihat sosok seorang ibu yang tegar dalam menghadapi masalah dalam kehidupan dan rumah tangganya, yang akan berjuang untuk membesarkan ku, dan memberikan ku sebuah kehidupan yang layak, aku mengurungkan nait ku untuk tidak berangkat pergi kesekolah, dan seketika pun aku memikirkan betapa menyenangkannya aku dapat berkumpul, bercanda dan tertawa dengan teman-teman ku, juga tentunya aku dapat melihat dia...

"Andi, jika sudah bangun cepat lekaslah kamu mandi dan sarapan nak, sebentar lagi bang joko datang.." terdengar suara ibu dari arah dapur yang sedang menyiapkan sarapan untuk ku..

"Iya bu, aku sudah bangun.. Sebentar aku mau menyiapkan perlengkapan sekolah ku dulu.." jawab ku dari dalam kamar..

Ya aku memang terbiasa merapihkan barang-barang dan perlengkapan sekolah ku di pagi hari, tidak seperti kebanyakan anak lainnya yang menyiapkan semuanya dimalam hari sebelum mereka tidur..

Setelah selesai merapihkan semuanya aku pun keluar kamar dan langsung menghampiri ibu ku di dapur dan meminum segelas air putih sebelum aku melanjutkan untuk masuk kedalam kamar mandi..

"Cepat, hey sana mandi udah jam berapa ini, hayo tuh sudah hampir jam enam lewat.. cepat nanti kamu kesiangan, keburu bang joko dateng duluan.." kata ibu ku sembari melemparkan ku handuk..

"Iya, bu ini juga udah mau mandi kok, ish... Biarin aja sih bang joko nunggu, biasa nya juga kaya gitukan.."

"Ye, kasian klo lama-lama nunggu kamu, dia juga banyak kerjaanya.."

True LoveDonde viven las historias. Descúbrelo ahora