Iridescent
'warna warni'
Dalam kisah kita akan selalu ada banyak warna. Terang gelap, indah suram warna yang muncul semua tergantung dari mana kamu melihatnya. Karena hidup itu adalah perspektif.
*
Vivian Orianna Zara seorang siswi SMA yang mengahabiskan satu bulan liburan semester dengan bermalas-malasan di kasur. Sudah hampir tiga jam mata indah itu terus menatap benda persegi panjang seukuran 6 inch ditangannya, sembari ibu jari yang terus menguril layar menelusuri hamparan sastra ditampilan benda itu. Tak lupa ditemani seekor kucing berbulu coklat keemasan yang lebat nan mengemaskan. Sudah beberapa hari selama dua minggu liburan gadis yg lebih suka di panggil Vian oleh orang yang tak begitu dekat dengannya ini hanya melakukan aktivitas yg sama. Bukan tak ada yang menarik untuk dilakukan dikota ini, hanya saja ia memang lebih suka menyendiri dirumah sembari membaca novel atau wattpad diponselnya seperti saat ini. Juga karena kebetulan mamanya juga sedang dirumah.
Benar mamanya memang jarang sekali ada dirumah. Jadi dia ingin mengahabiskan waktu bersama wanita kesayangannya itu. Walaupun sebenarnya ada atau tidak ada sang mama, Vian bukan anak yang suka main diluar rumah. Hanya sesekali Vian keluar ke toko buku atau ke perpustakaan untuk membeli atau membaca buku. Itupun dilakukan bila matanya sudah mulai lelah membaca cerita diponsel.
Setelah sekian lama meninggalkan kota kelahirannya (sebut saja kita A) karna harus ikut pindah ke kota yang sekarang ia tinggali (sebut saja kota B)sudah hampir 4 tahun lamanya untuk urusan pekerjaan kedua orang tuanya. Orang tua Vian memang sangat sibuk dengan urusan pekerjaan mereka. Sehinggah ia sering kali ditinggal pergi keluar kota bahkan keluar negri untuk waktu yang cukup lama. Semua makin parah semanjak sang kepala keluarga meninggal dunia karena penyakit ginjal. Irina sang mama harus bekerja lebih keras bahkan gila-gilaan untuk meneruskan usaha yg bertahun-tahun ia bangun bersama suami tercinta. Itu semua tentu saja tidak luput dari keinginannya untuk bisa menjamin masa depan putri semata wayangnya.
Karna itulah gadis itu kerap kali merasa kesepian dirumah kadang ingin kembali tinggal dikota A. Setidaknya dikota kelahirannya tersebut ada Rina dan Adel, dua sahabatnya yang selalu setia menemaninya saat orang tuanya pergi ke luar kota.
Sebetulnya alasan lain adalah Vian tidak bisa menghilangkan duka dihatinya sebab meninggalnya ayah tercinta. Ayahnya meninggal dirumah mereka yang mereka tinggali saat ini. Lelaki itu tidak ingin sisa hidupnya di habiskan dirumah sakit. Sehingga dengan hasil kerja yang dia lakoni saat tubuhnya masih sehat cukup untuk menjaminnya saat jatuh sakit. Temasuk membawa beberapa alat medis yang dibutuhkan untuk kesembuhannya, serta seorang perawat untuk membantu Irina dan Vian mengobati dan merawatnya dirumah.
Satu minggu lagi Vian akan kembali masuk sekolah karna libur semester ganjil sudah hampir selesai. Sekarang gadis bermata bambi itu sudah menjadi siswa kelas X di salah satu SMA dikota ini. Ia bukan type orang yg mudah bergaul, bahkan tidak punya sahabat yg terlalu dekat. Hanya beberapa teman kelasnya yang pernah main kerumah dan mencoba akrab tapi sayang Vian tidak semudah itu merasa nyaman dalam berteman ataupun hubungan baik lainnya. Sebut saja dia adalah seorang introvert karena memang tak begitu pandai berbaur jika tidak dirinya didekati terlebih dulu.
Malam itu Vian yang masih saja belum bisa tidur. Mamanya yang baru beberapa hari pulang kerumah tiga hari lagi akan kembali berangkat ke luar kota untuk urusan kerja.
"mama belum tidur?" sambil berjalan menuruni anak tangga dari lantai atas menunju ruang tamu tempat mamanya sedang duduk sambil menonton tv.
"gadis mama belum tidur?!" Mamanya sedikit terperanjat. Pikirnya si cantiknya itu sudah tidur.
"mama belum ngantuk sayang , sini duduk nak.." menepuk sofa di sampingnya.
"Kamu kenapa belum tidur?" lanjtunya lagi, kali ini sambil mengelus rambut panjang Vian saat sudah duduk di sampingnya.
"gak bisa tidur mah.." menghambur dengan manja dalam dekapan sang mama.
"mikirin apa sih anak mama yg cantik ini" kali ini yang lebih tua mencubit pipi anak gadisnya.
"mah, sebentar lagi libur sekolah selesai.." tukasnya dengan sedikit keraguan tanpa menatap muka mamanya dan malah asik memainkan kuku yang dihiasi nail art berwarna pink pastel dikombinasi dengan warna mint..
"hmm iya, apa ada masalah sayang?" tanya yang lebih tua sambil memegang lembut dagu gadisnya agar menatap dirinya.
"Vian mau tinggal dirumah lama kita mah, apa boleh??" tentu yang dimaksudnya tumah mereka dikota A.
"Tentu!! kalau begitu besok kita kesana buat beberes rumah" tungkas wanita itu sambil tersenyum.
"Mah..?!" sedikit melebarkan mata bambinya, antara kaget dan bingung dirasakan olehnya.
"Mama ngerti kamu selalu kesepian saat mama nggak dirumah. Mama juga kadang khawatir karna kamu sendirian disini. Dirumah lama ada bibi sama si mamang dan terpenting ada sahabat-sahabat kamu kan.?! So mama gak perlu terlalu kepikiran kalo ninggalin kamu kerja jauh" Penjelasan yang panjang lebar oleh Irina.
"Kerjaan mama?" Vian ingin memperjelas bahwa tak ada orang yang dirugikan dengan keputusan mamanya.
"Apa bedanya? disini atau dirumah lama mama tetap bolak-balik luar kota kan?" disentil lembut pucuk hidung mancung putrinya.
"lagian rumah lama kita lebih luas dari pada rumah ini. Mama bisa jadikan beberapa ruangannya untuk tempat kerja mama" lanjutnya agar lebih menyakinkan.
"Makasih Mah.. you're the best !!!" kembali mempererat dekapan hangat pada mamanya.
"Maaf kalo Vian bikin mama repot terus" ia sedikit menengadah keatas agar bisa mengintip wajah mamanya yang masih memeluk tubuh lansingnya itu.
"No no.. for the good for us sweetheart" dikecupnya kening Vian oleh Irina. Dan adegan berpelukan itu semakin lama dan mengharukan.
***
Assalamualaikum teman-teman..
Hai readers
Aku balik lagi nih, setelah on hold 2 tahun akhirnya aku nulis lagi. Buat yang udah baca sebelumnya, iya benar ini emang dari 'Crazy First Love' cuma aku remake. Judulnya juga berubah biar lebih gampang aja gitu ingatnya satu kata aja. hehe
Ini gk akan merubah story line secara garis besar ya, intinya tetap tentang dua bocah yang mengira perasaannya hanya cinta monyet ternyata rasa yang berkembang dihatu mereka kebih besar dari itu.
Semoga gak kecewa udah baca ya..
Yg mau komen juga boleh. Mau jelek atau bagus komennya tetap dibaca dan dijadikan motivasi kok.
Sedikit catatan: -bahasa non baku -kata kasar (untuk jaga-jaga) - lokasi kota nama tempat dll disamarkan (biar reader aja yg imajinasi sendiri ya. hihi)
Atau ada yang mau tau sy lebih lanjut bisa cek Ig sy @nura_nfy .
Sampe ketemu dichapter selanjutnya :)
Assalamualaikum..
(Kalo diakhir gak pake teman-teman :D")
YOU ARE READING
Iridescent
Teen Fiction⚠️⚠️ ini kisah El Deva sebelum gue adaptasi ke taekook. script original paling awal. Tentang Zara dan Duta yang mengira semua hanya cinta monyet bocah SMP. Nyatanya tanpa sadar kedua tak mampu melabuhkan hati pada yang lain. 'I fallin with you for...
