Muhammad Rafa Saputra

12 1 0
                                        

"Anjirr ganteng banget Kak Rafa."

"Suami able gue itu.. "

"Ya ampun kak halalin adekk kakk, dedek nggak kuat."

"Selamat pagi kak, tambah ganteng aja kak".

Begitulah yang terjadi setiap paginya. Di sepanjang koridor, jejeran kaum hawa memenuhi koridor kelas.

Pemandangan tiap pagi ini tak pernah dilewatkan oleh mereka. Teriakan itu tak mengganggu lamgkah seorang Muhammad Rafa Saputra. Pandangannya tajam,wajah datar,dan tak menghiraukan sekitar.

"Woii faaa , dedek emess tungguin ."

Teriak seorang pria di tengah koridor. Siapa lagi kalau bukan Abrama Bagus, cowok tampan kedua setelah Rafa dan orang terheboh dan konyol.

"Berisik anjing, malu-maluin ras ganteng kita tau gak loo najong banget lo ,sok sokan imut."

Sambar, Kevano Dimas. Yaps pria tertampan nomor 3 ini sebelas duabelas dengan Bram,tapi lebih mendingan Kevan.

"Tau tuh Bram suara toa. Ngalahin crewet nya Inggrid lo ."

Timpal Satria Pratama, cowok tampan nomor empat.

Yang dipanggil menoleh,menatap ketiga temannnya yang entah mengapa dia bisa berteman dengan mereka.

Dengan wajah datarnya dia menaikan sebelah alisnya . Seperti bertanya 'apa?'

Seolah tau dengan sifat temannya itu. Mereka bertiga menghampiri Rafa. Niat mereka adalah mengajak Rafa ke kelas bersama. Setelah liburan kenaikan kelas. Yapss mereka sangat rindu,meskipun berat mereka tetap kuat.

"Bosquuu dedek rindu abang. Mari bang bareng dedek ke kelas." Ucap dengan nada menjijikan,siapa lagi kalau bukan Bram.

"Najis." Sarkas Rafa langsung melenggang menuju kelasnya.

"Anjirr, najis tau nggak. Ngakak anjirr, the best emang Rafa. Yokk Sat kita ke kelas."

Mereka berdua meninggalkan Bram. Seperti biasa,tampa dosa meninggalkan teman tertampannya.

"Huftt,gue gini amat ya. Ditinggal mulu,dijelekin mulu. Sabarkanlah anak mu ini makk."



You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 09, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

GrafityWhere stories live. Discover now