Win(e) 001

3.2K 374 49
                                        

Kata orang jam tujuh adalah waktu paling sibuk bagi para pekerja

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Kata orang jam tujuh adalah waktu paling sibuk bagi para pekerja. Mereka harus bangun sepagi mungkin hanya untuk sampai di kantor tanpa harus terjebak dalam kemacetan lalu lintas pagi. Dimana nantinya mereka harus menerima segala macam konsekuensi jika datang terlambat.

Namun bagi seorang pemimpin seperti Kai, dia tidak perlu takut akan ada yang memarahinya jika dia datang terlambat. Seperti hari-hari biasanya, dengan diiringi ucapan selamat pagi dari beberapa karyawan yang kala itu sudah mulai bekerja sejak tiga jam yang lalu, lelaki dengan setelan jas bewarna biru dongker berjalan masuk melewati mereka begitu angkuhnya. Sudah menjadi hal yang biasa jika sapaan-sapaan mereka diabaikan begitu saja olehnya. Karena tidak ada dalam sejarah, Kai akan basa-basi membalas sapaan mereka. Jangankan itu, sekedar menatap para karyawan yang menyapanya saja hal itu bisa dijadikan sebagai suatu keajaiban untuk diingat.

Lelaki dengan tinggi seratus delapan puluh dua sentimeter dengan kulit hitam manis dan postur tubuh yang profesional itu bisa bersaing atau bahkan tidak akan kalah tampan dari deretan eksekutif muda di negara ini. Namun untuk apa tampan jika kepribadiannya jelek? Selain angkuh dan tidak peduli dengan karyawan, Kai juga selalu tidak bisa mengontrol emosi, bahkan yang lebih parah adalah lelaki itu bisa saja bersikap kasar dengan perempuan.

"Pak," salah satu karyawan dari tim game art bernama Jaehyun tiba-tiba menyamakan langkahnya dengan Kai, sedang mencoba untuk melaporkan sesuatu. "Saya sudah begadang semalaman untuk menyelesaikan ini, bisa bapak---"

"Masukkan saja keruangan saya," potong Kai datar tanpa menghentikan langkahnya. Membuat Jaehyun mau tidak mau harus melangkah lagi untuk menyamakan langkah mereka.

"Nanti saya lakukan, tapi saya harus memberitahu bapak dulu—"

"Kirimkan saja semuanya lewat email." Lagi-lagi Kai memotong ucapan Jaehyun. Jaehyun hanya bisa menghela napas sabar kala Kai menutup pintu ruangannya meninggalkan Jaehyun di luar dengan tampang terkejut.

Ketika mendapati Dio yang sedang serius membaca laporan di meja kerjanya yang memang berada dalam satu ruangan dengan dirinya. Kai menyerahkan setumpuk file, "Ini kerjakan sekarang. Gue mau semua kelar sebelum jam satu." katanya sebelum duduk di kursinya.

"Lo gila? Masalah Kris aja belum kelar, jangan tambahin beban hidup gue lagi lah!"

"Alah bacot! Masa bujuk Kris balik kerja aja lo nggak bisa sih?!" Kai menatap berang Dio.

"Kalo gitu bujuk aja sendiri sana, sialan!"

"Dasar asisten nggak guna!" dan Dio pun memilih untuk diam daripada memperpanjang perdebatan yang nantinya mau tidak mau harus dimenangkan oleh Kai.

Sudah hampir satu minggu ini keadaan Tim Game Programming sangat kacau. Lead programing mereka, Kris, mengajukan resign untuk menikah dan menetap di Kanada di saat kurang dari satu bulan lagi mereka harus meluncurkan sebuah produk baru.

WIN(E)Stories to obsess over. Discover now