Prolog

9 0 0
                                        


Losing him was blue like I'd never known

Missing him was blue dark grey all alone

Forgetting him was like trying to know somebody you never met

But loving him was red

Burning red

Remembering him comes in flashbacks and echoes

Tell myself it's time now, gotta let go

But moving on from him is impossible

When I still see it all in my head

Burning red


--


Aku tidak tahu kapan tepatnya aku mulai menyukai sahabatku, mungkin itu terjadi saat aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar? Entahlah. Aku hanya ingat kami bertengkar saat kami pertama kenal, yang kemudian kami menjadi sangat dekat dan bersahabat. Sepertinya dia juga menyukai-ku, dia pernah memintaku untuk menjadi pacarnya tetapi aku mengalihkan pembicaraan. Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan, aku sangat malu. Aku pikir itu hanya cinta monyet, kami masih anak-anak saat itu. 

Sebenarnya aku pernah mencoba untuk mengatakan kalau aku mau menjadi pacarnya tapi dia tidak mendengarkan. Yang ternyata sudah terlambat, dia menyukai orang lain juga. Bukan dari sekolah kami, tapi murid dari sekolah lain tetapi tinggal satu lingkungan dengan kami. 

Sejak itu aku jadi sering bermain sendiri, kami semakin jauh. Sampai saat kami lulus SD, aku pindah ke kota dan aku harus mengucapkan selamat tinggal dengan dia. Aku melihatnya sedikit menangis saat kami bertemu untuk terakhir kali. Aku mengatakan kita akan bertemu lagi suatu hari nanti.





***





Backsound : Red - Taylor Swift

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Feb 08, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Purple PathWhere stories live. Discover now