Jadi, buku ini kedepannya akan menceritakan keseharian dari delapan orang siswi yang baru masuk kesebuah SMA.
Delapan orang dengan tanggal lahir yang berbeda, makanan kesukaan yang berbeda, minuman kesukaan yang berbeda, latar belakang yang berbeda, nama yang berbeda, tingkat keimanan yang berbeda, cara menulis yang berbeda, tulisan yang berbeda, nomor absen yang berbeda, suara yang berbeda, wajah yang berbeda, dan masih sangat banyak hal lain yang berbeda. Kemudian kami menjadi senasib ketika masuk ke sekolah yang sama, kelas yang sama, mendapat guru yang sama, jadwal pelajaran yang sama dan kesengsaraan yang sama.
Sebutlah ini sebagai kesetaraan nasib
Oke.
-Juboji
