Di tengah hutan belantara, terlihat sebuah rumah mungil. Hidup seorang gadis bermata biru safir yang cantik.
Dia bernama Naruto, dia hanya hidup seorang diri, tanpa sanaksaudara yang menemaninya. Jangan tanyakan mengapa, biarlah menjadi rahasia untuk sementara.
Naruto memenuhi kebutuhanya dengan memanfaatkan yang tersedia didalam hutan, seperti makanan dan kayu bakar. Sedangkan untuk kebutuhan lainya, seperti kain dan beras Naruto akan pergi kedesa terdekat, sambil menjual kerajinan tangan untuk di tukar dengan barang kebutuhanya.
Naruto tidak akan keluar hutan bila tidak ada hal yang dia butuhkan, kalau bisa dia memilih untuk tidak pernah keluar dari hutan selamanya, karena baginya hutan adalah tempat teraman dari segala macam kemunafikan dan kelicikan manusia. Karena pengalaman hidupnya dulu yang menyedihkan, Naruto memilih untuk mengasingkan diri di tengah hutan.
Seperti biasa, sekarang Nauto sedang berkeliling hutan untuk mencari kayu bakar dan jamur ataupun bahan lainya untuk dimasak nanti.
Tidak sengaja dia mendengar suara pertempuran, tak jauh dari tempatnya berdiri. Naruto berjalan mengikuti suara pertempuran itu, sampai suara itupun berhenti.
Saat Naruto sampai ditempat kejadian, yang pertama yang Naruto pikir kekacauan.
Banyak mayat yang berserakan dimana mana dengan keadaan yang mengenaskan. Kebanyakan dari mereka mengnakan pakaiyan hitam, yang bisa Naruto tebak, bahwa mereka semua adalah pembunuh bayaran. Sedangkan yang lainya memakai baju berlambang sebuah kerajaan, yang Naruto asumsikan sebagai prajurit istana.
Naruto pikir tidak ada yang selamat, jadi dia memilih berbalik pergi untuk melakukan hal yang menjadi tujuan awalnya, toh itu bukan urusanya. Tapi suara erangan kesakitan dari arah tumpukan mayat dibelakangnya, menghentikan niatnya.
Naruto berbalik, dan mencari asal suara. Saat dia menemukanya, Naruto menemukan seorang pria yang tergeletak diantara mayat mayat, dia ditutupi dengan darah dan lumpur. Masih terdengar erangan lemah dari mulutnya. Naruto ingin berbalik pergi, tidak ingin ikut campur urusan orang lain, tapi hati nuraninya berbisik bahwa dia harus menyelamatkanya.
Naruto terus bergulat dalam pikiranya, antara menyelamatkanya atau memilih meninggalkanya. Akhirnya Naruto memilih hati nuraninya untuk menyelamatkan pria itu.
Naruto menggendong pria itu di punggungnya, jangan heran kenapa dia bisa kuat menggendongnya, itu berkat latihan kerasnya dalam hal seni beladiri.
Tidak butuh waktu lama, untuk Naruto agar bisa sampai di rumahnya.
Naruto segera membaringkan tubuh pria itu di kasurnya, lalu segera mengobati luka lukanya. Ternyata dia terluka sangat parah, dengan banyak gotesan senjata tajam di tambah luka dalam dibagian perut, yang Naruto kira itu diakibatkan oleh tusukan pedang. Untung Naruto memiliki banyak keahlian, termasuk dalam hal pengobatan.
Selain mengobatinya, Naruto juga membantu membersihkan tubuhnya, walau hanya tubuh bagian atasnya saja.
Saat membersihkan wajahnya Naruto dapat melihat kulit putih porseline dan wajah yang tampan, Naruto memperkirakan dia seorang bangsawan. Tiba tiba hatinya bergetar, Naruto tidak tau perasaan apa ini. Jadi Naruto tidak terlalu memperhatikan perasaanya, dan melanjutkan membersihkan wajah pria itu. Setelah selesai, Narutopun beranjak untuk pergi tapi tiba tiba pergelangan tanganya di tahan dengan lemah. Saat Naruto berbalik, dia melihat pria itu menatapnya dengan mata sayu, memperlihatkan bola matanya yang sehitam malam, mata yang seakan akan dapat menghisap jiwanya. Tapi itu tidak berlangsung lama, karena matanya kembali terpejam dan genggaman tanganyapun terlepas.
"Deg Deg Deg "
Degup jantung Naruto meningkat, melihat sekilas mata pria yang diselamatkanya itu.
Naruto merasa bingung dengan yang terjadi padanya, karena baru pertama kali dia merasakanya.
Naruto memegang dadanya yang masih berdegup dengan kencang dan segera pergi.
TBC
YOU ARE READING
Beautiful Eyes (Hiatus)
Historical FictionMenceritakan seorang gadis yang hidup dikedalaman hutan belantara. Dia hanya hidup seorang diri. Pertemuan pertamanya degan seorang pria mengubah segala kehidupanya. "Hanya kali ini saja, aku akan mencoba kembali untuk mempercayai seseorang " "Tida...
