Seorang gadis kecil berjalan bersama keluarganya di sebuah tempat wisata di Kota Jakarta. Gadis cilik berusia 5 tahun dengan kaus biru polos dengan celana hitam berjalan digandeng oleh kakaknya.
"Kakak aku mau beli harum manis yang disana!"
"Oke! Sebentar ya kakak minta uang ke mamah dulu"
"Oke kak!"
Sang kakak menghampiri mamahnya dan kembali ke adiknya, Kenza. Mereka berdua pergi membeli harum manis yang diinginkan oleh sang adik.
Kenzi, sang kakak memeberikan sejumlah uang kepada sang penjual harum manis.
"Makasih kakak!"
"Sama-sama adikku sayang" Kenzi mengelus lembut rambut sang adik.
Mereka berdua bersama-sama memakan harum manis itu, kedua orang tua mereka tersenyum melihat keakraban kakak beradik itu.
"Enak ya kak! Aku suka banget!"
"Hahaha! Tapi jangan banyak-banyak nanti gigi kamu bolong loh!," ledek Kenzi.
"Hah? Emang bisa bikin gigi aku bolong kak? Ihh aku gak mau.." Kenza memegangi kedua pipinya yang chubby.
"Iya sayang, yang dibilang kakak kamu benar. Jangan kebanyakan makan harum manis atau makanan lain yang manis-manis kalau kamu gak mau giginya sakit. Oke?"
"Oke mamah, aku janji gak akan kebanyakan kok!"
"Kalau gitu sisanya buat kakak aja!" Kenzi merebut harum manis itu.
"Ya udah! Ambil aja, nanti gigi kakak yang bolong bukan gigi aku," jawab Kenza cemberut.
"Kalian ini... Oh iya nanti pulangnya jangan terlalu sore ya!"
"Iya ayah..," jawab Kenzi dan Kenza bersamaan.
°°°°°°
Jam makan siang tiba, Kenza dan keluarga pergi mencari tempat makan. Sebuah restoran sederhana di area foodcourt menjadi sebuah pilihannya.
"Mah, Kenza mau lihat ikan disana," tunjuknya ke kolam yang tak jauh dari meja mereka.
"Oke. Kenzi temenin adik kamu ya, jagain adiknya"
"Iya mah.. Ayo kita kesana!"
Kenzi menggandeng adiknya kedekat kolam ikan kecil di restoran itu.
"Ihh ikannya lucu! Aku mau pelihara ikan di rumah, boleh gak ka?"
"Boleh dong! Nanti kita bilang ke mamah sama ayah"
Kenza tersenyum manis, dua lesung pipit menghiasi kedua pipi chubby miliknya.
"Hai?"
Seorang anak laki-laki kecil datang menghampiri mereka berdua, sepertinya sebaya dengan Kenzi.
"Hai juga!," jawab Kenzi.
Anak laki-laki itu tersenyum.
"Ikan yang lucu ya" ucap anak laki-laki itu dengan aksen berbeda.
Kenza dan Kenzi saling tatap mendengar aksen yang sedikit berbeda dari anak itu.
Anak itu terlihat bingung juga dengan reaksi Kenzi dan Kenza yang hanya saling tatap bukannya menjawab dirinya.
"Kok kamu ngomongnya agak beda ya? Kaya belibet"
"Hush! Adek jangan gitu ngomongnya"
"Eh maaf ya.. Maaf aku gak bermaksud gitu kok. Maaf ya.."
"It's okay"
"Hmm baiklah?" Kenzi kurang yakin dengan jawabannya sendiri.
Ia takut kalau salah menjawab mengingat ia belum begitu lancar berbahasa Inggris.
"I have to go now! So see you guys! And Kamu.. Lucu kayak ikan!" ucap anak laki-laki itu.
"Hah?! Ih kok kamu ngomong gitu sih? Nyama-nyamain aku sama ikan!" Kenza sepertinya emosi karena dibilang lucu mirip ikan.
"Ohh maaf. Not like that.. I mean is.."
"Haduh kamu ngomong apa sih, aku gak paham Bahasa Inggris tau!" omel Kenza lagi yang pusing dengan arti dari kalimat yang diucapkan anak laki-laki itu.
Kedua orang tua Kenza datang menghampiri.
"Kamu kenapa sayang, kok marah-marah?"
"Ini mah dia ngatain aku lucu kayak ikan, aku kan emang lucu sih tapi gak kaya ikan mah...," Kenza mengadu pada mamahnya.
"I'm sorry miss.. I don't mind like that.. Tadi aku bilang kalau dia lucu kayak ikan. That's mean she's cute, because the fish is cute"
Jelas anak laki-laki itu terbata dengan bahasa yang tercampur serta aksennya yang khas.
Orang tua Kenza tersenyum mendengar penjelasan anak itu dan meluruskan maksud ucapan anak itu.
"Sayang... Dia gak bermaksud ngatain kamu kayak ikan, maksudnya dia itu kamu sama-sama lucu dan imut"
Kenza melihat anak laki-laki itu penuh selidik.
"Tau ah! Aku mau pulang mah.. Ayah ayo pulang aja sekarang..," rengeknya kepada orang tuanya.
"Oke oke.. Jangan nangis disini. Kamu duluan ke mobil sama mamah dan kakak, ayah mau bayar makanannya dulu"
Kenza lalu pergi meninggalkan kolam ikan itu, setelah beberapa langkah menjauh ia menoleh dan meledek anak laki-laki itu. Menjulurkan lidahnya.
"Uhm.. I'm so sorry sir. I never mind to..."
"It's fine. That's my daughter she's just five years old and she can't speak in English. And sometimes still get missunderstanding"
"Okay.. She's younger than me, I'm 8 years old. I came from Morocco. I spend my summer vacation in here. Maaf saya kurang fasih berbahasa Indonesia"
"My father, dia memiliki saham disini. Jadi saya dan keluarga terkadang liburan di Indonesia. Okay.. I have to go now sir.. Please tell her my apologize"
"Okay take care son. I have to go also. Good bye"
"Yes sir and thanks. Good bye"
Anak laki-laki itu pergi menghampiri kedua orang tuanya dan ayah Kenza pergi menyelesaikan pembayaran di kasir dan memilih untuk membawa pulang semua makanan yang telah dipesan dan menyusul yang lain ke mobil.
=======
Cerita yang kemarin aku Unpublish, tapi judul dan cover tetap sama kok
Terima kasih buat kalian yang udah baca cerita ini, jangan lupa vote dan komentar ya.
Maaf kalau late update dan sekalinya update ceritanya berubah 😅✌
Aku harap kalian masih tertarik dan suka sama ceritaku!
Please vote ceritaku ya.. Add ke reading list kalian juga.
Sekian~
YOU ARE READING
Distance [Slow Update]
RandomBukan hanya karena ada sebuah jarak diantara kita, ini semua akan berakhir. Once I cared, I'll never Stop. =============== CERITA INI HANYA DI PUBLISH OLEH AKUN (itsairtif) DI WATTPAD.
![Distance [Slow Update]](https://img.wattpad.com/cover/135938691-64-k469293.jpg)