"Selamat datang ke Lombok, teman-teman!!"
Pemuda berjaket navy dengan tas ransel tentara besar di punggungnya itu merentangkan tangannya di hadapan keempat temannya yang lain.
Keempat temannya yang berdiri di belakang hanya mengulas senyum lebar yang ditambah dengan riak antusias karena akan memulai hari pertama liburan mereka dengan perjalanan yang menyenangkan.
"Setelah ini, kita kemana, Ar?" tanya Dani Aryanata sembari menepuk pundak temannya yang sebelumnya ia panggil sebagai Ar tersebut.
Muliarta, pemuda yang pundaknya ditepuk oleh Dani itu lantas menggidikkan bahunya, tanda tidak tahu, lalu mengalihkan tatapannya ke salah satu temannya yang lain, "Coba tanya Cintyha deh."
"Kita langsung ke penginapan aja. Istirahat dulu, lokasinya nggak jauh dari rumah saya kok." sahut seorang gadis berperawakan tinggi yang diketahui bernama lengkap Cinthya Dhinar Julyantika itu.
Seorang pemuda berkacamata yang sedari tadi diam kontan angkat bicara sembari membenarkan posisi letak kacamatanya yang sempat melorot ke batang hidungnya agar kembali ke pangkal hidung, "Mobilnya gimana, Cin? Udah siap 'kan?"
"Beres, Salman. Kita dijemput sama mobil yang akan kita pakai nanti,"
Salman Efendi, nama lengkap pemuda berkacamata yang kini menggerakkan kepalanya sebagai tanda mengerti atas apa yang dituturkan temannya, Cinthya.
"Ah, kayaknya liburan kita bakalan seru! Nggak sabar!" seru Intan penuh antusias sembari melompat kegirangan.
Di sela itu, Cintyha, Dani, Arta, dan Salman hanya bisa terkekeh ringan untuk menanggapi keantusiasan Putri Intan saat itu. Kelimanya baru berhenti bergurau senda saat sebuah mobil Avanza hitam berhenti di dekat mereka.
"Permisi, Mbak Cinthya, dan kawan-kawan ya?"
👻👻👻👻
Setelah menempuh perjalanan selama satu jam dari Lombok International Airport, akhirnya kelima remaja tersebut sampai di sebuah gapura besar berbahan dasar beton, dan dilapisi keramik bewarna hijau yang bertuliskan Selamat Datang di Kampung Dasan.
"Gila, pemandangan di sini bagus banget!!" seru Dani heboh sembari bertepuk tangan. Dani adalah salah satu dari kelima orang yang sangat antusias dengan perjalanan wisata mereka ke Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Arta yang posisi duduknya dekat jendela hanya bisa terdiam, selama di perjalanan, ia terlarut dengan pemikirannya sendiri, dan menjadi tak banyak bicara.
Ada hawa aneh yang mulai terasa, batin Arta sembari memejamkan kedua matanya, dan kemudian bersidekap.
"Ekhem," Cinthya berdehem singkat sebelum melanjutkan kalimatnya, "Harap maklum sama kondisi kampung saya ya? Agak pelosok, jadi nanti sinyal jadi rada susah nyangkut di hape, terus nanti kamar mandinya juga nggak di dalam rumah--"
"Terus nanti misal mau pipis di mana? Ke hutan? Yang benar aja," sela Dani dengan wajah tak santainya.
"Makanya dengar dulu. Cinthya kan belum selesai ngomong, kampret." gerutu Salman sambil menoyor kepala Dani gemas.
Ditoyor begitu, Dani pun langsung memasang cengengesan khasnya. "Ya maaf. Lanjut, Cin, lanjut."
"Tapi nanti kamar mandinya di luar rumah, posisinya pas banget di samping rumah, jadi nanti lewat pintu samping." terang Cinthya tenang.
"Kalo masalah itu mah, santai aja kali."
Lantas, mereka yang menjadi pendengarpun menggangguk mengerti, dan Cintyha pun kembali menatap lurus ke arah jalanan yang sedang mereka lewati. Dalam keheningan yang tercipta, Dani berinisiatif untuk membuat suasana menjadi tidak terlalu membosankan dengan memutar lagu dari playlist ponselnya.
Pilihan Dani jatuh pada lagu Despacito yang dipopularkan oleh Justin Bieber.
Lagu itu termasuk salah satu lagu yang sedang naik daun pada saat itu. Jadi tak heran jika lagu tersebut yang menjadi lagu paling banyak diputar para remaja untuk mengusir kesepian yang datang mencekam.
"Ngomong-ngomong, masih jauh ya?" Tanya Intan pada Cinthya.
"Lumayan sih. Jadi kalian bisa tidur dulu, ntar kalo udah sampai, tak bangunin deh." jawab Cinthya tenang.
Arta yang sedari tadi memejam kemudian membuka matanya, ia melempar pandangannya ke luar jendela yang mulai menampilkan persawahan berudara sejuk.
Tiba-tiba, satu tepukan mendarat di pundak Arta sehingga membuat pemuda itu secara spontan menolehkan kepalanya ke arah pelaku tepukan tersebut. Ia menaikkan sebelah alisnya seolah bertanya ada-apa?
"Kamu kenapa? Kok tiba-tiba diam? Padahal tadi, kamu itu kayak cacing kepanasan loh."
Arta berdecih sebelum akhirnya ia terkekeh pelan, "Kangen doi."
👻👻👻👻
"Kita udah sampai, guys."
Setelah semua penumpang di dalam mobil itu turun, dan mengeluarkan barang bawaan mereka, Cinthya langsung mengajak keempat temannya masuk ke dalam rumah.
"Ketemu Ibu saya dulu ya? Baru nanti kita ke penginapan," kata Cinthya sembari mengulas senyum lembut yang langsung disetujui oleh teman-temannya.
"Assalamualaikum, Bu. Thya pulang."
Selang beberapa menit kemudian, seorang wanita paruh baya dengan sorot tajam keluar dari dalam rumah, dan berujung wanita itu mebelisik satu per satu remaja yang ada di depan matanya. "Waalaikumsalam. Kamu kenapa nggak ngabarin Ibu kalo kamu mau pulang? Ibu belum siapkan apa-apa."
Arta yang berdiri tepat di belakang Cinthya langsung memejamkan matanya rapat-rapat, dengan kedua tangannya yang terkepal. Arta bisa langsung merasakan ada aura kegelapan tak biasa dari wanita paruh baya yang Cinthya panggil Ibu itu. Saat Arta kembali membuka matanya, ia dikejutkan dengan kumpulan asap hitam yang mengerubungi wanita paruh baya tersebut. Melihat reaksi teman-temannya yang terkesan sangat santai, Arta yakin, bahwa keempat temannya itu tak dapat melihat apa yang saat ini sedang ia lihat.
Seketika, napas Arta pun langsung memburu. Kejadian di hadapannya berlangsung cukup lambat, dan sunyi, seperti sedang berada dalam mode silent, dan sekaligus mode slowmotion. Hal itu tentu semakin menguatkan asumsi Arta bahwa memang ada sesuatu yang tidak beres di tempat ini.
👻👻👻👻
Se.lak :
Makhluk jadi-jadian semacam leak di Bali. Seperti diketahui, leak adalah makhluk jadi-jadian dari manusia yang menggunakan ilmu hitam.
YOU ARE READING
Selak
HorrorSelak adalah orang yang menggunakan ilmu hitam untuk unjuk kekuatan dengan pihak lain, serta untuk membela diri ketika sering terjadi peperangan. Namun konsekuensi dari ilmu ini, dia akan jadi makhluk jadi-jadian. Selak biasa memiliki kemampuan unt...
