1. PINDAH

29 7 1
                                        

setelah kehilangan semuanya, aku pindah ke Malaysia. aku tinggal di rumah pamanku sebelum aku membeli apartment. percayalah, aku canggung sekali dengan mereka semua. setelah kehilangan keluarga kemudian pergi ke rumah pamanku yang memiliki perusahaan pasti aku dikira hanya ingin uangnya. padahal tidak. pamanku yang mengajakku kemari. bukan aku.

"paman, boleh tidak aku tinggal di apartment saja. aku sudah membelinya dengan duitku sendiri." aku melihat raut wajah pamanku yang kelihatan agak ragu. ayolah, aku mohon. tinggal disini bersama seorang Haidir membuatku tersiksa.

"boleh. tapi Haidir harus ikut sama kamu."

"paman!!!"

"ayahh!!!" aku dan Haidir berteriak bersamaan. tinggal bersama Haidir? itu yang ingin aku hindari!

"tapi paman, kak Haidir kan sekolah-"

"kalau begitu kamu sekolah juga di sekolah Haidir. paman daftarkan. lagipula kasian Haidir tinggal di rumah sendirian sedangkan kakaknya pergi kerja. rencananya akan pindah ke apartment kapan?"

"setelah diizinkan." aku melihat raut wajah Haidir yang berubah menjadi masam. lihat saja, dia pasti akan menghina diriku setelah sampai disana.

" nanti malam aku antarkan. lebih baik kalian bersiap-siap untuk barang yang akan dibawa nanti." aku hanya mengangguk dan pergi ke kamar yang aku tumpangi. aku sebenarnya sudah menyiapkan semua barang-barangku kemarin malam. jadi aku bisa bersantai sejenak hingga maghrib.

000

barangku dan barang Haidir sudah dimasukkan ke bagasi mobil.

"ayo masuk. kita akan berangkat." aku masuk ke mobil setelah Haidir. ternyata dia duduk di depan dan itu membuatku lega.

perjalanan ke apartmenku memakan waktu sekitar 30 menit karena lampu merah. aku juga melewati sekolah Haidir yang berarti calon sekolahku.

"disebelah kiri apartment nya. yang itu." aku menunjuk ke sebuah gedung putih yang besar. paman memberhentikan mobil di lobby dan pergi memanggil karyawan untuk mengangkut barang-barang.

"puas dengan ini semua?" ucap Haidir. sudah pasti dia akan marah dengan ini semua. dia pikir hanya dia yang tidak setuju? aku juga!!

"aku berusaha pergi dari rumah itu asal kakak tau. aku juga gak tau kalo ujung-ujungnya kayak gini."

"i never believe you." aku ingin membalas ucapan Haidir tapi paman sudah kembali dan meminta izin untuk meninggalkan kami karena ada meeting. direktur itu berbeda. kalau bisa tengah malam pun akan diadakan meeting. aku langsung saja menaiki lift dan masuk ke rumah baruku.

"gimana caranya kamu beli rumah sebesar ni? korupsi ya?"

"kalo ngomong dijaga. ini apartment saya. jadi, kakak harus mematuhi semua peraturan yang ada disini. paham?" Haidir hanya mendelik kepadaku dan duduk di sofa. percayalah, Haidir itu tampan. alisnya yang tebal, hidung mancung, dagu runcing, dan wajah indianya membuat ia terlihat eksotis dan enak dipandang. kalo kata mama 'untuk memperbaiki keturunan'. padahal sifatnya itu sangat berbanding dari wajah coolnya. nakal, jutek, sombong, kampret, ngeselin, bikin marah mulu, dan lain-lain.

"paket!!" aku yang sedang di dapurpun langsung membuka pintu.

"ini untuk anda." aku menerima paket itu dan memberi tip. baru saja ingin menutup pintu, ada paket lagi yang datang.

"huh..ini untukmu 2 pizza pesanan Haidir Ramadhan."

"tepi." Haidir menyikutku dan mengambil pesanan pizzanya. aku yang tidak pernah mendapat paket pun penasaran dan membuka bungkus tersebut. ada bungkus berwarna biru dan itu sukses membuat Haidir kaget.

"secepat itu ayah memasukkan kamu sekolah? tanpa tes? " aku hanya bergumam riang dan membuka bungkus biru tersebut. Disana terdapat beberapa seragam sekolah berwarna biru terang.

 Disana terdapat beberapa seragam sekolah berwarna biru terang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"this

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"this..look so cool.." aku langsung saja menyimpan bajuku ke dalam lemari.

"makan pizzanya." aku hanya mengangguk dan memakan pizza yang dibeli oleh Haidir.

tbc.

this is my new work. gatau deh kalian suka atau enggak. soalnya hampir separuh ceritanya pernah gue alamin. hehee. termasuk kenal sama orang yang namanya Haidir.

ini bukan Haidir sekolah karena Haidir versi gue gak nathan-able.

Let GoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang