SMA masa indah waktu remaja, masa mengenal cinta, masa perkenalan di lingkup baru, dan masa perkenalan hati yang baru.
Begitulah pengertian SMA menurut ku. Semua penuh keheningan, kediaman, dan tak saling kenal. Suasana berubah ketika ada kaka osis yang memperkenalkan diri.
"Hay, adek adek semua perkenalkan nama kaka audy, kaka yang akan membimbing kalian selama mos berlangsung."
Audy, kaka osis yang terkenal galak namun baik.
"Hay, namamu siapa de?"
"Nama aku winda ka"
"Apa alasan kamu masuk SMA ini de?"
"Karena dekat dengan rumah ka"
Winda adalah nama panggilanku dari winda widya. Aku memiliki teman baru bernama raya. Raya begitu cantik dan baik. Dya mengajarkan aku tentang berteman dan bergaul.
Selama mos berlangsung, aku tak menemukan hal yang berkesan. Tak ada hal yang membuat hariku indah sampai pembagian kelas. Lagi lagi aku sekelas dengan raya, aku seneng bisa sekelas dengan orang yang kenal baik denganku.
"Kring! Kringggg!"
Bel istirahat pun berbunyi.
Aku dan raya sembari berjalan menuju kantin. Namun ditengah perjalanan.
"Gubrak!"
"kamu gakpapa win?" kata raya.
"Aku gakpapa ray, kaki aku hanya memar." balas winda
perjalanan ku ke kelas terhenti karena.
"Kamu gakpapa?" suara cowo
"Gakpapa ko" balasku
"Maaf ya, tadi aku tak sengaja menabrak mu, buru buru soalnya hehe" suara cowo
"Iya, gakpapa ko" kataku
"Oiya, namaku rehan namamu siapa?"
"Namaku winda".
(Ternyata nama dya rehan, ko aku jadi deg deg an ya) dalam hati ku bicara.
"Rehan itu kaka kelas XII IPA 1. dya kaka kelas terganteng di SMA ini." cetus raya
"Aku mimpi apa ya bisa bersapa dengannya. Aku seperti terbang ke langit ke 7 bersama angan angan ku. Oh tuhan dya manis sekali, tak bosan ku pandangi wajahnya, kalo kayak gini aku rela deh ditabrak tiap hari sama dya hehe." cetusku.
"khayal aja kamu win wkwk, ayok ke kelas bentar lagi bel masuk nihhh." tegas raya
Dikelas ada pembagian struktur. raya dipilih sekertaris dan aku menjadi wakil ketua kelas, kira kira aku bisa gak ya. Aku kan belum ada pengalaman apapun. Mana ketua kelas nya jutek banget lagi, jadi malas aku sama dya.
"Eh, nanti kamu gantiin aku ke ruang guru ya, aku laper mau makan, oke." bilang ketua kelas.
"(Ngeselin banget bisa biasa aja gak sih kalo ngomong nyolot banget ihhh). Dalam hati.
Perjalanan ke ruang guru cukup jauh dari kelas sampe sampe raya kelelahan. Sepanjang perjalanan aku dan raya membicarakan kaka kelas ganteng itu. Namun, tiba tiba lagi lagi tanpa kusadari aku ketemu dya lagi untung saja raya tak lihat, kalo raya lihat habislah aku. Oh tuhan omgggggg ganteng banget sih jadi pengen ketemu tiap hari ckck.
"Win, kamu suka ya sama ka Rehan?" cetus raya
"Eeeeee, enggak ko ray aaaaaa, aku cuma pengen kenal lebih dalam aja lagi hehe." cetusku
"Yaelah, gak usah gugup gitu keless win. Sans aja kek di pantai." cetus raya sambil tersenyum serta alis menaik
Perjalanan dari ruang guru ke kelas sangat tak mengesankan. Raya pergi ke kantin dan aku harus berjalan ke kelas sendiri. Lagi lagi sendiri lagi lagi tak ada yang temani. Macam jomblo banget aku ya, kata orang sih jones ckck.
"Apa mungkin perkenalanku dengannya cukup sampe terjatuh? Hehe" cetusku
To be continued. . .
VOUS LISEZ
sia sia
Nouvellesdimulai dengan aliran air, berakhir dengan detik kan waktu, hancur karena keegoisan
