Go

389 14 0
                                        

"Hei kita kan udah libur gimana kalau kita pergi ke korea!" Dila nyamperin teman temannya.

"Rina yang bayarin!" Ica nyolot.

"Lah kok gue sih?!" Rina yang lagi minum pun tersedak.
"Lo kan nggak pernah bayarin pesawat kita ,gue udah pernah pas ke paris, kalau ica pas ke
Jepang, kalau dila pas ke bali ,kia pas ke jerman .tinggal lo yang belum bayar" ara dengan nada lembut.

"Hmmm iya deh gue bakal bayarin" rina dengan nada pasrah.

Skip on korea.

"Jadi kita kemana nih?" Kia.

"Hmm kita pesen taksi aja dulu nanti kalian bakal tau sendiri kok" dila dengan senyum yang membuat mereka penasaran.

Saat di taksi.

"pak ke villa di atas bukit jeju" dila ngebisik supir taxi dengan bahasa korea. Sebenarnya mereka semua jago bahasa korea karena mereka fangirl kpop.

Glek

Supir taksinya pun keringat dingin.

"Kok bisik bisik sih?" Ica kesal.

"Ini kan rahasia nanti kalau udah sampai kalian bakal tau sendiri kok" dila yang membuat senyum itu lagi.

Saat sudah sampai di villa.

"What the?!" Kia yang mendapat penutup mulut dari tangan dila sendiri.

"Jangan berisik" dila.

"Oh halo anak anak" bapak bapak ganteng datang ke arah mereka.

"Oh halo pak taeyong" dila yang membalas sapaan untuk orang yang dia panggil taeyong.

"Kok dia bisa bahasa indonesia?" Ara heran.

"Ah dia bisa bahasa indonesia karena dia punya keluarga di indonesia" dila membuat senyum itu (lagi?)

"Oh di sini kalian punya peraturan" taeyong memberikan kertas yang ada tulisannya ke mereka.

1. Di larang ribut.
2. Di larang kejar kejaran.
3. Di larang tidur tengah malam
4. Di larang makai kamar mandi dapur
5. Di larang keluar villa di jam 10 ke atas.

"Lah! Kita kan udah pesen ni villa kok yang bikin peraturan bapak sih! Nggak nggak!" Rina.

"Eits nih peraturan juga ada benar nya rin dila kan udah capek capek mesen villa ini ,masa kita buang tenaga dila cuma buat nyari villa terus nggak jadi" ara masih dengan nada lembut.

"Ck, iya deh udah mana kuncinya gue capek pengen langsung tidur aja" rina.

"Oh ini kunci nya jangan pakai kamar-" belum selesai taeyong berbicara rina udah ngambil kunci di tangan taeyong dan masuk ke dalam villa tersebut.

"Mm, maaf ya pak teman saya emang gitu kalau lagi PMS" ara masih tetap lembut.

"Oh saya belum selesaikan kata kata saya, jangan pakai kamar yang di pojok kiri" kata pak taeyong lalu pergi dari hadapan mereka.

Di sisi lain.

"Gue makai kamar yang mana ya? Hmm, kamar di pojok kiri aja deh" rina berfikir sejenak dan masuk ke dalam kamar di pojok kiri.

"AAAAA!!!" teriak rina

Kia, ara, ica, dila, masuk ke dalam villa dan melihat aulia terkapar di depan pintu mereka pun memopong rina masuk ke kamar di samping kanan kamar yang ada di pojok kiri karena kia mengingat kata kata pak taeyong yang mengatakan mereka tidak boleh memakai kamar yang ada di pojok kiri.

Saat rina telah di baringkan ke kasur, dila menyuruh ica mengambil air di dapur karena dapur berada di pojok kanan jadi ica dapat melihat dapur.

Saat di dapur ica melihat sesuatu di WC dapur , dia masuk ke dalam WC dapur dan tiba tiba wc dapur terkunci.

Ica pun teriak minta tolong berkali kali tapi tidak ada jawaban sama sekali ica pun mulai kecapean dan memberhentikan aktifitas berteriak minta tolong nya itu dan melihat ke arah cermin di sana terlihat darah yang bertuliskan 'dead friend'.

"AAAAA!!!" Ica teriak dan tiba tiba pintu WC dapur terbuka ica pun lari keluar dari WC itu dan berlari menuju kamar yang di sana rina terbaring lemas.

"Lo kenapa? Kok keringetan gitu? Terus airnya mana?" Kata dila yang sedang memijat kepala rina yang masih terbaring di atas kasur.

"Itu, darah ,toilet , terkunci, cermin, hantu-" ica bicara tidak jelas dan berhenti karena dila yang memotongnya.

"Lo ngomong apaan sih nggak jelas banget" setelah itu ica menceritakan semua kejadian yang terjadi di wc dapur tidak lama kemudian rina sadar dan memegang kepala nya yang ia rasa sakit.

"Eh, rina kok tadi lo pingsan sih?" Kia.

"Itu tadi gue saat membuka pintu kamar yang ada di pojok kiri gue ngeliat ada orang berambut panjang yang nutupin mukanya dengan rambut terus dia ngangkat pisau gitu gue teriak terus gelap" rina.

"Mungkin...

Dead friendWhere stories live. Discover now