Prolog

0 1 0
                                        

middle - fore - middle - fore - middle - fore

Kedua jari itu terus bergerak, seirama jarum jam yang paling panjang. Menunggu, itulah yang sedang dia lakukan saat ini.

"20 menit sudah." bisiknya.

Jarinya berhenti dan dia merapatkan kedua tangannya, masing-masing telapak memegangi siku tangannya. Dia mengubur wajahnya disana.

Jangan biarkan aju kecewa, Z

40 menit.

50 menit.

Waktu terus berlalu hingga jarum panjang kembali berada didetik yang sama ketika dirinya tiba di tempat ini.

Tepat satu jam, batinnya.

"waah sungguh! hahaha Z aku tidak percaya ini. wah hahaha" dirinya tertawa untuk beberapa saat. Bahkan saat air mata mengalir dipipinya, bibirnya terus tertawa. Biarkan aku mentertawai kebodohanku.

Padahal ini pertama kalinya aku benar-benar percaya dengan orang lain lagi, batinnya.

Siapa yang harus dia salahkan kali ini ?

Sungguh, bukan kesalahan Zayn jika hal ini menimpanya!

Zayn tidak pernah menjanjikan apapun padanya.

Zayn hanya terlalu baik dan berada disisinya terlalu lama.

Membuat dia rentan.

Membuat dia lupa sesaat.

Lupa akan masa lalunya.

Lupa akan rasa sakitnya.

Baiklah, Z. Mari kita akhiri sampai disini!

Itu adalah janjinya. Janji yang sama yang pernah dia ucapkan bertahun-tahun yang lalu. Janji yang seharusnya tidak pernah dia langgar. Janji yang membuatnya bisa bertahan satu hari lagi setap harinya.

Tapi sekali lagi, siapa yang bisa dia salahkan ?

Itu bukan seperti, jika dia kembali ke 3 bulan yang lalu dia tidak akan pernah memberi kesempatan pada lelaki itu.

Salahnya karena dia ingin jatuh cinta pada Zayn.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 07, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

I Would!Where stories live. Discover now