Dheo's Brithday

96 8 0
                                        

Dheo dan Umi, siapa yang tak kenal sepasang kekasih yang dulu terkenal dengan permusuhan mereka yang tiada henti semenjak mereka kelas 5 SD. Ya, itu dulu. Karena sekarang mereka adalah sepasang kekasih yang berhasil membuat siapapun bakalan baper berat melihat keromantisan secara tak langsung yang mereka berdua lakukan.

Bingungkan kenapa mereka berdua yang dulu kayak kucing dan tikus, kini malah seperti romeo dan juliet? Hanya orang-orang terdekat mereka sajalah yang tau perjuangan keduanya dalam hubungan mereka.

Lupakan masa lalu, sekarang ayo bicarakan maka kini.

"Broh, kemana calon tunangan lo? Kok gak keliatan dari tadi?"

Dheo memperhatikan sekelilingnya. Sedari tadi dia memang sedang mencari kekasihnya, Umi. Ini adalah hari bahagianya, kenapa tidak datang ke acara ulang tahunnya?

"Gak tau, gue juga lagi nyariin dia dari tadi" jawab Dheo masih menoleh sana sini.

"Gue duluan ya" setelah mengatakan itu, Dheo meninggalkan Rio, pria tadi, beserta sekumoulan teman-temannya yang sedang menikmati lagu dari DJ sewaan dimana dia juga teman Dheo.

Dheo berjalam keluar dari halaman belakang rumahnya, berencana menunggu Umi didepan rumah saja.

Dheo membuka gerbang rumahnya dan membelak terkejut melihat wanita yang ditunggu-tunggunya sedari tadi kini berada didepannya.

Tak jauh berbeda dari Umi, matanya juga melebar, lantaran kaget pagar tertutup itu tiba-tiba terbuka.

"Sayang, kenapa tidak masuk?" Dheo mendekati Umi yang masih terpaku.

"Hei, kenapa wajahmu pucat begini?" tanya Dheo lagi setelah berada didepan Umi.

Umi terkesikap, secepatnya ia tersenyum. "Ah, tadi aku berlari kesini. Jadi, ya kamu tau aku tidak bisa lari jauh-jauh bukan. Aku sedikit kelelahan. Pasti tensiku turun, makanya aku terlihat pucat, hehe"

Dheo menyerit, berlari?

"Kenapa kamu harus lari? Kamu nggak pake mobil kesini?"

"Eee, tadi macet. Ya macet. Jadi aku meninggalkan mobilku disana" jawab Umi cepat dan semakin menyulut kecurigaan Dheo.

"Benarkah?" Umi mengangguk. Tidak lupa senyumannya yang terlihat begitu polos.

"Kenapa tidak menelponku? Seharusnya kamu menghubungiku, biar aku jemput"

"Aku tidak mau merepotkanmu. Dan anggaplah ini sebagai salah satu kejutan untukmu" balas Umi sumringah.

"Hmm, jadi kamu menyiapkan banyak kejutan untukku?" tanya Dheo dengan nada menggoda.

Umi nampak berpikir, lebih tepatnya pura-pura berpikir. "Hmm, entahlah. Mungkin?" dan setelahnya dia tertawa kecil. Begitu pula dengan Dheo. Inilah yang dia sukai dari wanita mungilnya ini. Menggemaskan.

"Baiklah, ayo masuk. Daddy sama Mommy nanyain kamu dari tadi"

Umi mengangguk. Mereka berjalan bersama menuju pintu utama rumah Dheo yang sangat besar.

"Nanti ku suruh orang untuk mengambil mobilmu"

"Jangan!" sahut Umi cepat dan sedikit membentak, tanpa disadarinya.

"Calm down, honey. Ada apa denganmu?"

Umi gelagapan, matanya tidak bisa fokus ke satu titik. Iya menatap kesegala arah dengan resah.

"A..a..aku tidak apa-apa. I'm okey. Kamu gak perlu nyuruh orang ambil mobilku. Tadi aku udah nelpon orang dirumahku untuk mengambilnya" jelas Umi dan kali ini senyumannya tidak sepolos tadi. Kali ini senyuman itu terlihat resah, dan Dheo melihatnya. Dheo tau ada yang Umi sembunyikan dari dia.

Dheo's Birthday ( One Shoot) Opowiadania do pokochania. Odkryj je teraz