1 ; sekolah baru

11.5K 619 10
                                        

Hari ini merupakan hari pertama Jennie Kim atau yang akrab disapa Jennie masuk sekolah barunya. Tadinya Jennie tinggal dan bersekolah di New Zealand, tapi karen tuntutan pekerjaan orang tuanya mengharuskan keluarganya pindah ke tanah kelahirannya, Korea.

Sebenarnya Jennie sama sekali tidak merasa keberatan akan kepindahan keluarganya. Dia justru merasa senang karena bisa kembali bersekolah di Korea setelah sebelumnya Jennie sekolah disana hanya sampai kelas 6 sekolah dasar.

Jennie sangat gugup, dia ingin bertemu teman-teman lamanya yaitu Jisoo dan Rose yang bahkan Jennie sendiri tak yakin jika kedua sahabat kecilnya itu masih mengingatnya. Ia takut dilupakan dan tidak mempunyai teman.

Ketika sampai di rumahnya yang ada di Korea, tadinya Jennie ingin langsung pergi ke rumah Jisoo. Tapi karena ini sudah larut dan Jennie besok harus masuk sekolah, Jennie membatalkan niatnya untuk melepas rindu bersama dua temannya. Dalam hati, Jennie berharap bahwa Jisoo dan Rose akan merindukannya juga. Dipikir-pikir, sedih juga jika Jennie rindu sendirian.

Pagi telah tiba, gelap malam telah digantikan oleh terangnya mentari pagi yang bersinar. Jennie bangun lebih awal karena tidak ingin seperti tokoh wanita yang sering ia baca di novel. Telat di hari pertama itu sama sekali tidak keren untuk seorang Jennie Kim. Bagi gadis bermata kucing itu, hari pertama haruslah mempunyai kesan yang bagus.

Maka dari itu, Jennie telah bangun sejak jam lima pagi dan melaksanakan ritual pagi ala wanita. Jam enam pagi, Jennie telah siap dengan seragam sekolah barunya. Dia bergegas sarapan dan berangkat ketika jam menunjukan pukul 06.30. Jarak rumah Jennie dan sekolah tidak terlalu jauh, hanya lima belas menit jika ditempuh menggunakan mobil.

Sampai di depan gerbang, Jennie turun dari mobil. Papanya harud menghadiri meeting penting, jadi dia tidak bisa mengantar Jennie ke dalam. Tak apa, diantar sekolah seperti ini saja sudah cukup untuk Jennie. Lagipula Jennie bukan anak kecil yang harus diantar hingga ke dalam kelas oleh orang tuanya.

Jadilah Jennie berjalan sendirian masuk ke sekolah. Diluar dugaannya, sekolah itu ternyata sangat besar. Bahkan lebih besar dibanding sekolah lamanya di New Zealand. Jennie menatap takjub pada lahan parkir yang sangat besar. Ah, murid dibolehkan membawa kendaraan pribadi ternyata.

Sampai di area koridor banyak yang menatap ke arah Jennie dengan berbagai macam pandangan. Bahkan ada yang menatap Jennie terang-terangan, menelisik penampilannya dari atas sampai bawah. Beberapa siswa juga terlihat bisik-bisik karena baru melihat Jennie di sekolah ini.

Jennie jelas merasa risih. Hey, dia itu bukan bahan tontonan! Ingin menegur tapi Jennie takut merusak citra pertamanya saat masuk sekolah. Jennie menahan kekesalannya di dalam dada dan tersenyum kecil agar tidak dianggap sombong.

"Ini ruang kepala sekolah dimana sih? Perasaan daritadi jalan ga ketemu-ketemu, mana diliatin terus!" Batinnya kesal.

"Stupid Jennie! Kenapa ga tanya aja sih!" Jennie kesal sendiri, mood nya turun begitu saja gara-gara telmi nya dia kumat.

Jennie mengendarkan pandangannya, mencari seseorang yang pantas untuk dimintai pertolongan. Matanya berhenti pada satu titik, seorang gadis blonde yang sedang sibuk menggigiti kukunya didepan pintu kelas 10. Jennie memutuskan untuk menghampiri gadis itu.

"Permisi" ujar Jennie sopan.

"Ck iya ntar gua bayar uang kas kok"
balas perempuan itu tanpa mengalihkan pandangannya.

Lah disangka bendahara gue😂 -Jennie

"Ehm permisi, gua boleh minta tolong tunjukin dimana ruang kepala sekolah nggak?" ulang Jennie langsung ke inti.

Gadis itu menoleh dan menatap Jennie takjub. Jennie bingung sendiri, apa ada sesuatu diwajahnya? Tatapan anak itu menyiratkan: wih-ada-anak-baru.

home ; yoonnie✔️Stories to obsess over. Discover now