Dan bahkan, jika semuanya terlalu mustahil aku akan tetap percaya, bahwa keberuntunganku masih banyak. Seandainya, aku tengah berada diluar angkasa aku akan dengan seksama melirik bumi.
Aku akan melihat Indonesia dari antariksa, tapi kabut putih menyelimuti bumi dan itu pasti awan. Tapi saat aku mengubah pandanganku ke belahan Bumi bagian Selatan, ada Aurora disana. Dan itu pasti kutub Selatan. Padahal aku pernah membaca kalau Aurora sering muncul di negara paling utara, seperti Kanada saat musim dingin.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Mungkin, jika aku memiliki kamera canggih aku akan mengabadikannya. Dan kurasa salah satu astronot NASA sudah lebih dulu melakukannya.
Dan dalam waktu sekejap, aku tersentak dari semua khayalku. Merasakan tubuhku dihantam oleh bebatuan luar angkasa yang melayang dengan kecepatan cahaya. Menyeretku hingga ke planet saturnus. Dimana aku tidak bisa lagi melihat keindahan dan kebahagiaan.
Aku benar-benar sendiri. Merasakan kesakitan dan perasaan jauh dari kehidupan.
Menjauh dari bumi, dan pergi. Saturnus sangat dingin, sehingga membuatku kedinginan dan membeku dalam keputusasaan.
Aku ingin sekali menguasai kesedihan. Setelah semua yang kualami.
Maksudku sederhana...
Hanya saja aku ingin sedikit mendramatisir keadaannya. Karena semuanya hanyalah khayalan belaka. Tapi sebagiannya lagi, tentu terselip sebuah perasaan nyata diriku...