"kamu ngapain ngajak aku kesini ra?”
Kaira Agnesia Adelyn sang empu-nya nama hanya diam sementara berpikir tentang apa yang hendak ia jelaskan kepada cowok di hadapannya ini.
Pasalnya sedari tadi kaira hanya diam seribu bahasa tanpa berucap barang satu kata pun
Merasa sedikit terusik dengan ucapan alvaro yang sedari tadi menanyai-nya,
kaira sedikit menggeser kursinya untuk mendekat kepada alvaro
Sekarang ini mereka berdua sedang berada di salah satu cafe favorit mereka
Cafe ini tergolong ramai pelanggan, apalagi remaja pada umumnya yang tengah menghabiskan waktu untuk sekedar hang-out bersama temannya atau mungkin lebih dari kata teman bagi mereka
Salah satu nya mereka berdua ini, Kaira dan Alvaro
“varo, aku mau ngomong sama kamu” mulai memandang kedua bola mata elang milik alvaro dengan tatapan yang sulit di artikan ,
Melihat perubahan raut wajah kaira yang pucat pasi alvaro berusaha berlaku seadanya agar tidak mengganggu kaira
“yaelah ra, tinggal ngomong sih”
“yaudah kamu mau ngomong apa”
Alvaro menatap balik wajah mungil kaira dengan beribu pertanyaan
Sebenarnya ia penasaran dengan apa yang akan di sampaikan oleh cewek di hadapannya ini
Alvaro mulai tak sabar menunggu ucapan yang akan kaira katakan kepadanya
“buru napa sih ra”
“aku gk bakal marah kok , kamu mau ngomong apaan?”
Perlahan kaira mulai menghembuskan napas berat. Memandang wajah alvaro dengan seksama “aku mau kita putus”
Hanya empat kata saja berhasil membuat alvaro yang tadi nya mencoba menenangkan suasana mulai menegang mendengar ucapan kekasih-nya ini
“kamu bercanda sayang?”
“bercandaan kamu gk lucu tau ra! ”
“aku tau. Tapi ini udah jadi keputusan aku”
Alvaro menatap kedua mata kaira tidak percaya, mencoba mencari kebohongan yang tersirat di bola mata kaira tapi tak menemukan siratan kebohongan tersebut
Perlahan mata kaira mulai memanas.
Alvaro yang tidak terima mendengar keputusan sepihak yang di ambil oleh kaira mulai memalingkan muka, rahang nya mengeras
Sekarang ini hanya satu kata yang dapat menggambarkan perasaan nya. Kecewa
“kamu egois ra, kamu gk bisa mutusin aku gitu aja”
“aku bisa var, dan maaf. itu keputusan aku”
“aku harap kamu ngerti”
“kurang pengertian apa aku sama kamu ra"
“alvaro dengerin aku dulu”
Kaira mulai tak enak hati melihat perubahan sikap alvaro
Alvaro mulai beranjak dari tempat duduknya meninggalkan kaira yang kini mulai meneteskan cairan bening dari pelupuk matanya
'Maafin aku alvaro, aku serius gk ada maksud bikin kamu kecewa
Tapi keadaan berkata lain, aku harap ini yang terbaik buat kita berdua'
Dari kejauhan sana ada seseorang yang sejak tadi memperhatikan mereka berdua
Sayangnya baik alvaro maupun kaira tidak menyadari keberadaan orang tersebut
-dia memakai topi hitam, menutup sedikit wajahnya agar tak dikenali orang disana,
tersenyum penuh kemenangan melihat alvaro meninggalkan kaira sendiri yang tengah menangis
“let’s play this game honey..”
gumamnya seraya berjalan menjauh dari tempat semula ia berada
YOU ARE READING
No Excuse
Teen FictionBagi yang pengen baca sinopsis silahkan beralih ke prolog ❤❤ *dont copy paste my story !
