Prolog

11 4 3
                                        


MALAM berkabut mulai datang lagi para warga tak berani keluar lantaran sangat gelap dan banyak hewan buas yang keluar pada malam seperti ini, Seorang wanita tua tengah melamun di dalam rumah nya duduk disalah satu kursi rotan milik nya. Mrs. Lilione sebutan yang digunakan  warga untuk menyapa wanita tersebut, Lilione tinggal sebatang kara semua keluarga nya meninggalkan nya di desa yang terletak ditengah hutan ini, Lilione menjabat sebagai Tabib di Desa yang ia tempat sekarang. Ia selalu berdoa agar hidup nya ada yang mendampingi meski anak yang di angkat.

Lilione masih berlabuh dalam lamunannya, Satu suara membuat ia tersadar namun ia berpikir itu hanya halusinasinya. NAMUN suara itu semakin dekat dengan rumah nya dan ia pun semakin menajam kan pendengarannya.

"Suara tangisan?" Lilione sadar suara itu bukan lah halusinasi saja melainkan nyata, Ia tak terlalu bisa memastikan karena suara tersebut bercampur dengan suara katak dan binatang lainnya.

Lilione pun berjalan mendekati pintu rumahnya, Iya! Pikir nya itu benar-benar suara bayi Dia berpikir bayi salah satu warga tapi rumah warga lumayan jauh dari rumah nya dan mustahil warga berjalan-jalan di waktu malam seperti ini.

Dengan memberanikan diri Lilione pun meraih pelan kunci rumah nya yang terbuat dari kayu tradisional itu dan membuka nya pelan, Dan ia pun mengedarkan pandangan nya kearah luar, Sunyi dan gelap itulah yang pertama kali ia tangkap saat menatap kearah luar.

Satu langkah ia berjalan kedepan, Suara bayi itu kembali terdengar tapi ini lebih dekat, Sampainya ia menemukan barang aneh didepan teras rumah nya, Peti kayu yang berlumut. diambil nya obor yang menyala di pagar lapuk disebelah kiri badannya Lalu diarahkan nya ke peti kayu tersebut.

Lilione semakin memperjelas Penglihatan nya, Oh! Betapa terkejut nya dia, hampir saja badan nya terhuyung kebelakang. Didalam peti kayu tua yang berlumut dan basah ada bayi? Lilione segera membawa bayi tersebut masuk.

Segeralah diletak kan nya di tempat tidur sang bayi tersebut dan diberi nya berlapis-lapis selimut. Tubuh bayi itu sangat dingin, Bibir nya sedikit membiru Lilione sampai tak tega dan menetes kan airmata, Siapa yang tega membuang bayi ini Ditengah hutan seperti ini sendiri.

Lilione tersenyum hangat ketika bayi tersebut menatapnya dengan mata nya yang berbinar, Rambut nya lebat berwarna hitam pekat, Mata nya bulat dan hitam juga, Berkulit putih dan berwajah cantik, Masih ada yang tak menginginkan dia? Lilione Meraih tubuh mungil yang tak berdosa itu dan menggedongnya.

"Sayang.. Siapa yang tega membuang mu? Aku akan merawat mu ya? Aku akan menjadi kan mu gadis yang pemberani" Ucap nya dengan lembut, Bayi yang sangat muda umurnya itu menggeliat pelan dipeluka Lilione, Seperti nya dia mengantuk.

"Aku akan memberi mu nama.."


"Aelka,"

Lilione pun menidurkan Aelka kecil diatas balutan sutra miliknya.

.
.
.
.
.
.
.



TBC!!!

vote and Coment pls💕

BUTTERFLYWhere stories live. Discover now