Seorang remaja terburu-buru menyiapkan bekal sekolah miliknya. Dia tampak kesulitan menuang kuah ke dalam kotak bekalnya. Setelah urusan sarapan dan bekal selesai, Eriska berpamitan dengan Arum-Ibu Eriska- dan langsung pergi ke luar rumah untuk segera mengambil motornya.
"Hati-hati!" ujar sang Ibu dari ambang pintu
"Siap!!"
Setibanya di sekolah, Eriska memarkirkan motornya di parkiran belakang. Setelah memastikan motornya aman, Eriska berjalan menuju kelasnya. Di sepanjang lorong, dia membalas sapaan dari teman dan adik kelas . Sesampainya di kelas, suasana riuh menyambutnya.
"Devi! Liat jawaban ekonomi dong"
"Itu kemaren BTS performance di AMA'S. GILA!! GUE SENENG BANGET!!"
"Iya mereka ganteng bangett anjerr"
"Eh Sindi! Balikin pulpen gue!" ujar Adit
"Enak aja! Udah gue kembaliin" bela Sindi
"Mana? Kagak ada"
"Ada. Gue taruh meja"
Dan ada yang meributkan jawaban dari soal-soal ulangan.
"Itu pertumbuhan ekonomi namanya!" Adel mencoba ber argumen
"Bukan! Itu inflasi, soalnya harga naik terus-menerus!" ujar Novi tak kalah sewot
"Woi! Jam pertama jamkos!!" tiba-tiba Ega datang dari luar dan menyerukan berita yang membuat seluruh isi kelas sujud syukur.
Eriska pun berlalu menuju bangku nya dan membuka ponsel untuk menelusuri Instagram. Bel istirahat pertama berbunyi. Tampak para siswa berhamburan keluar kelas, tak terkecuali para siswa laki-laki. Arya dan teman-temannya dengan semangat bergegas menuju lapangan dengan membawa bola.
"Eh, Ris! Ada cerita baru nih" celetuk Nisa yang ada di depan bangku Eriska.
"Apaan?" jawab Eriska tanpa melihat Nisa
"Judulnya "When Dream Come True" bagus cerita nya"
"Iya ntar gue baca" jawab Eriska antusias
"Eh Ris! " panggil April
"Apaan dah!" jawab Eriska sambil membalikkan tubuhnya ke belakang. Tepat dimana April berada.
"Ada drakor baru gak?"
"Ada sih. Tapi masih on-going" jawab Eriska sambil mengambil snack
"Mau gak?" Eriska menyodorkan snack jagung itu kehadapan dua sahabatnya.
"Mau dong" sahut Novi semangat
Eriska pun larut mengobrol tentang drama Korea bersama April dan Novi.
"Eh! Putri gak masuk?" tanya Novi melihat bangku sebelah Eriska kosong
"Iya. Lagi sakit." jawab Eriska
Ditengah obrolan drama korea mereka, datang segerombolan anak laki-laki. Mereka datang dengan keringat bercucuran. Itu Arya, Tosa, Egar, Rasen, dan Agung. Mereka tampak berantakan. Kemeja mereka keluar dari celana, rambut mereka berantakan, dan keringat yang membanjiri wajah mereka. Mereka berlalu menuju bangku mereka masing-masing. Terkecuali Arya. Dia mampir ke bangku sebelah Eriska yang kebetulan kosong dan mencomot snack milik Eriska.
Eriska melayangkan tatapan tajam ke arah Arya. Sembari mengelap lengannya yang tidak sengaja bersentuhan dengan lengan berkeringat Arya.
"Hehehe sorry"
"Enak banget lo ngomong sorry. Seragam gue kotor kan jadinya!" omel Eriska
"Ah elah kotor dikit aja itu" bela Arya masih mengunyah keripik jagungnya
Eriska melotot ke arah Arya. Dan Arya juga balas melotot ke arah Eriska.
"Serem!" Eriska mengusap wajah Arya asal.
"Tapi ganteng kan?" lalu remaja berwajah tampan itu mengeluarkan senyum tengilnya.
Tunggu. Tampan? Hell yeah !
Ya mungkin semua orang di sekolah ini mengatakan Arya tampan karena dia memang tampan. Apalagi saat dia sedang terlibat pertandingan futsal antar kelas, atau antar sekolah. Tapi itu tidak berlaku bagi Eriska. Dia memang menganggap Arya tampan, tapi lenyap sudah saat tahu sifat asli Arya. Tengil, rese, kepo, suka teriak gak jelas, suka nyanyi-nyanyi sendiri dan jorok.
Kalian masih berfikir bahwa Arya tampan?
"Iya ganteng. Sampe pengen gue santet" ujar Eriska tersenyum
Dan sekarang raut wajah Arya meredup sedih.
"Gausah sok sedih. Gapantes!"
Dikata seperti itu Arya semakin ingin menggoda Eriska lagi dan lagi. Dan benar saja. Sekarang Arya membawa tangan Eriska ke rambutnya dan mengeluskan tangan Eriska diatasnya.
"Aryaa! Lengket! Lo abis ngapain aja sih?!" Eriska hendak memberontak, tapi cengkraman tangan Arya semakin erat.
"Main bola"
"Pantesan lengket!" jika tadi Eriska tidak terima tangan kanannya dipakai untuk mengelus rambut Arya, kini sudah sebaliknya.
"Sayang tau, kalau rambut bagus dibiarin lepek begini" tangan kanan Eriska bergerak menyusuri rambut Arya.
Arya yang mendapat sentuhan itu terkejut. Dia sibuk mengatur ritme jantungnya yang tidak beraturan. Karena iya, dia telah menyukai gadis di depannya ini sejak kelas satu SMA.
"Terus harus diapain?" tanya Arya
"Diginiin"
"AW! ERISKAA! NANTI GUE BOTAK GIMANA?!"
Jambakan keji itu berhasil dilayangkan oleh tangan lentik Eriska.
.
.
.
Hai.....
Enjoy yaa...
With love, arr
Desember 2017
YOU ARE READING
You
Teen Fiction"Sering-sering deh senyum kayak gitu Ris" celetuk Arya sambil mengamati Eriska dari samping "Kenapa emang?" kini Eriska kembali menatap sorot mata tajam tapi teduh milik Arya "Manis. Bikin hati gue adem" Eriska menghentikan kunyahannya. Dia mengerj...
