Tak pernah bosan ku menulis semua tentangmu
Dibuku diary tercinta ku
Meski hati ini lelah memikirkanmu
Namun mau bagaimana lagi?
Aku sudah dalam pesonamu.
Rasanya memang tidak sakit
Bahkan sesak tak terasa
Hanya saja aku merasa hilang
Sesuatu yang dulu ada
Aku Akui
Aku bodoh
Aku dungu
Aku tolol
Dan aku baperan
Tapi haruskah seperti ini?
Caramu menjauh sungguh tidak lucu
Awalnya kau besikap seolah aku penting
Mengabariku dengan baik
Menemaniku saat sendiri
Tapi mengapa kau semakin kesini semakin menjauh?
Seolah aku ini bukan siapa-siapa
Aku tak pantas untukmu
Aku hanya pelampiasanmu
Kau bilang padaku, kau tidak ada kuota.
Lantas kau selalu muncul di timeline ku.
Lalu kemanakah kuotamu untuk mengbariku?
Mengbariku sedikit saja?
Langsung habis kah?
