001

1.8K 110 15
                                        

"Jaebum!! Jangan lari lari. Pakai dulu seragamnya sini" teriak seorang pria sambil mengejar anaknhya yg baru mandi pagi langsung lari lari hanya dengan berbalut handuk

"Sekolah..sekolah..sekolah..yeee" teriak anak berusia 5th itu kegirangan tanpa memperdulikan panggilan ayahnya.

"Ayolahy jaebum. Jangan menyusahkan appa, sini dong pakai sergamnya. Nanti kamu telat nak." Kata pria itu pasrah, sedangkan anaknya kini loncat2 di kasur saking girangnya mau masuk sekolah.

"Jimin, cepat pakaikan seragam anakmu. Nanti dia kedinginan" kata seorang wanita tua pada pria yg tenyata bernama jimin itu.

"Ini aku lagi menyuruhnya eomma. Tapi tau sendiri kan jaebum lari lari terus" jawab jimin yg kini terduduk di lantai karena menyerah mengejar anaknya.

"Huuu appa payah ga bisa tangkeo jaebum. Hahaha" ejek anaknya

"Jaebum. Sama halmeonni sini, pakai seragam terus kita sarapan ya. Nanti kamu bisa terlambat nak" ajak neneknya, dengan cepat jaebum berlari ke arah neneknya. Karena pagi itu dia memang sedang ingin mengerjai ayahnya, siapa suruh tadi malem tidsk mau membelikannya gundam.

"Ne halmeonni, dadah appa hehehe" ejek anak itu pada ayahnya, sedangkan jimin hanya tersenyum penuh arti.

'Yuna, anakmu merepotkan sekali' batin jimin kemudian tersenyum memandang foto pernikahannya yg terpampang di kamarnya. Kemudian berjalan mengikuti ibu dan anaknys menuju meja makan.

Disela sela sarapan, jaebum masih saja menggoda ayahnya. Untung jimin penyabar, kalau tidak mungkin dia sudah main tangan.

"Jaebum hentikan. Habiskan sarapanmu!" Jimin memperingati anaknya yg sedari tadi hanya memukul mukul sendok dan garpu ke meja.

"Shireo!"

"Kamu tuh jangan galak galak sama anak jim. Apa ibu dulu galak padamu?" Kata ibunya mengingatkan

"Bela terus bela. Manjakan saja anakku ini eomma" jimin mulai kesal karena ibunya terlalu memanjakan jaebum

"Pokoknya Jaebum ga mau nurut sama appa kalau belum janji bakal dibeliin gundam!"

"Ya ampun. Gundam mu udah banyak nak. Udah 2 etalase itu di kamar kamu" balas jimin

"Appa ga sayang Jaebum! Coba aja Jaebum punya eomma. Hiks hiks..." jaebum tiba tiba menangis. Jimin benar benar tak tega, apalagi anaknya menyebut 'eomma'

"Iya iya, nanti appa beliin. Tapi jangan nagis lagi ya" kata jimin sambil mengelap air mata anaknya.

"Jinjja? Appa engga bohong?"

"Benar. Appa janji"

"Saayaang appa~" jaebum berhenti menangis dan langsung memeluk ayahnya

Setelah selesai sarapan, Jaebum pergi ke sekolah diantar oleh Jihyo adik sepupu jimin karena Jimin juga harus mengajar dan letak sekolahan tempat ia mengajar sangatlah jauh dari sekolah Jaebum.

@ Taman Kanak Kanak Bultaoreune

"Jaebum sekolah yg rajin, jangan nakal ya. Nanti puoang sekolah ahjuma jemput ne?" Kata jihyo pada ponakannya

"Ne ahjumma. Jaebum sekolah dulu, annyeong" pamit jaebum kemudian berjalan masuk ke kelasnya

Jihyo sangat sayang pada jaebum. Dia tau, jaebum anak yang kuat dari luar. Namun, dalam diri anak itu tersimpan kesedihan yang amat mendalam. Karena jaebum belum pernah sekali pun melihat 'wajah ibunya'

@ SMA Fingertip

Jimin sampai di sekolahan tempat ia mengajar tepat waktu. Setelah memarkirkan mobilnya dia langsung berjalan ke kantor diiringi sapaan ramah dari murid muridnya.

MemoriesStories to obsess over. Discover now