Suara ayam menjelma sebagai datangnya pagi. Seruan-Nya membangunkan, siluet cahaya langit mulai tampak membiru namun gelap, sebab langit kala itu masih terlelap diselimuti dinginnya hiliran angin, namun sejuk menjernihkan pikiranku. Tepat pukul 04.30 aku masih termanggu di atas kasur. Terdengar suara pintu terbuka.
"Nak, bangun! Sudah subuh.”
“Iya Oma.”
Masih setengah mengantuk, langkahku bergegas menuju toilet yang tak jauh tepat berada di sebelah kanan kamarku.
Dret... Dret... Dret... Message Whatsapp masuk.
“Sudah bangun? Sudah sembahyang subuh? Nanti sewaktu berangkat ke kampus, jangan lupa sarapan terlebih dahulu.”
Senyumku melebar, pipiku merah merona, rasanya malu mendapat sapaan seperti itu.
***
