Cinta..
5 huruf yang sangat menyebalkan.
Membawa banyak emosi tak penting.
'Aku' si emotionless jadi rapuh karenanya.
Pemikiran rasional ku hancur karenanya.
Itu sangat menyebalkan, tapi aku tidak bisa membencinya.
Ya.. aku tidak bisa membencinya..
Tidak sedikitpun...
Aku tak bisa membencimu..
Dear my first love.
.
Ceritaku dimulai dari musim panas 10 tahun yang lalu. Ada keluarga kecil datang dari luar kota. Mereka datang dari Nagasaki. Ya, dia anak tunggal keluarga itu. Orang tuanya sangat ramah kepada tetangga, tak terkecuali keluargaku. Aku masih ingat betul rasa kue bolu yang diberikan ibunya. Nikmat.
Woops.. tunggu! Walaupun sikap orangtuanya ramah padaku, SIKAP DIA PADAKU SANGATLAH MENYEBALKAN AF!
Bagaimana tidak aku kesal, saat berkenalan aku berjabat tangan dengannya.. dan dia bisa-bisanya bersin daaaann.. i n g u s nya... hinggap di tanganku. OMFG. Aku shock.. wajar,kan? Dan saat kulihat wajahnya OMFG. Watados (wajah tanpa dosa)
'You want me to kill you' sempat mampir di pikiran saat melihat wajahnya itu.
Lihat, aku mencoba untuk menjadi baik saat itu. Aku tidak marah,memakinya atau membunuhnya. Aku berjuang.. T_T
Tenang ,Risa. You're Awesome. Play it Cool ,bro.
"Neru.. kamu flu,sayang?" Tanya ayahnya.
"Iya,yah sepertinya." Jawabnya.
Aku hanya bisa mematung saat mereka berbincang.
'Hei om! Lihat ingus anakmu yang ada di tanganku!!!'
'Peka Om! PEKKAA!!'
Untung ibunya menyadari ada ingus di tanganku dan langsung membersihkan dan minta maaf.
Oke, Aku maafkan.
Ooo.. itu hanya permulaan saja.
Hal lain yang membuat aku kesal saat tau dia pindah ke sekolahku dan lebih parahnya lagi sekelas dengan ku.
Saat Perkenalan di depan kelas dia terus menatapku dengan tersenyum ceria.
'Siapapun Tolong hentikan ituuuuu..'
"Nagahama-san.. silahkan duduk di sebelah Watanabe-san"
'Kau tahu,sensei ada hal yang ingin aku ucapkan.. terima kasih atas mimpi buruknya.'
Dia duduk di sebelah kanan ku.
dia terus-terusan tersenyum ke arahku.
-_- Owh God, NIGHTMAREEE~
Dia adalah makhluk yang sungguh mengerikan.
Aku sempat berpikir 'apa aku telah melakukan dosa besar sehingga tuhan kini menghukumku.'
