Saat Rindu

147 17 19
                                        

Kini aku tiba di penghujung senja. Perlahan langit diselimuti malam yang gelap dan dingin. Seketika itu juga sepi langsung merasuk keberadaanku saat itu. Ku tak mampu melawan karena lemahku adalah merindukanmu. Kumenatap langit saat itu dengan diam. Dalam hati ku mulai bercerita tentang seberapa kuatkah diriku saat harus beradu dengan rindu yang semakin membayangiku?

ku telah salah menilai rindu. Dan aku telah salah menilai sepi. Bila rindu itu tidak ada, mungkin aku tak selelah ini untuk berjuang. Ini bukan berarti apa - apa. Tapi apa kau tega melihatku tak berdaya oleh rindu ini?. Satu hal yang kuyakini bahwa rinduku merupakan satu dari jutaan cerita rindu yang dibuat oleh Tuhan. Dan mungkin saja aku salah satu dari jutaan pria yang sedang mengalaminya saat ini. Tuhan tidak salah dalam hal ini. Rindu berarti saat hati dan pikiranku ingin terhubung denganmu. Menembus ruang dan jarak atau apapun itu yang saat ini membuat kita jauh. Aku harus menerima dan mulai terbiasa akan hal ini. Mencoba akrab dan bersahabat dengan Rindu yang menemaniku.

Kau tahu? Kita adalah dua yang sedang diuji oleh jarak dan waktu. Jika Rindu itu seberat ini. aku tak mau kau turut menanggungnya. Aku takut kau tak mampu. Dan aku takut kau lelah. Jika kau rindu. Tanggungkan saja itu padaku. Pundakku masih sanggup untuk menanggungnya. Kau pun harus tahu. Rindu itu bagianku. Aku akan marah padamu jika kau lelah karena rindu. Bukan aku tak mau kau rindukan. Tapi kau adalah raga yang harus kujaga. Aku tak ingin Rindu atau apapun itu membuatmu tak berdaya.
Bila seorang dokter dapat mengobati rindu aku akan sering bahkan teramat sering untuk mengunjunginya. Aku siap membayarnya jika ia berhasil.

Aku adalah perindu amatir yang belum dibiasakan oleh waktu. Aku sadar ini harus ku tanggung sebagai konsekuensi dari komitmen dan perasaan saling percaya. Jika kau mengerti kau akan tahu. Jika aku merindukanmu berarti aku berhasil mempertahankan hatiku padamu. Ini adalah lelah yang membahagiakan. Mungkin ini alasan mengapa Tuhan menciptakan rindu. Benar. Tuhan tak pernah mengecewakan terhadap apa yang ia buat. Bahkan tentang rindu sekalipun. Dan kuharap kaupun begitu. Jika memang rindu seperti itu. Maka mulai sekarang aku mengizinkanmu untuk kau rindu sepuasmu. Tuhan bisa menyadarkanmu tentang cinta dengan cara apapun yang mungkin tak terpikirkan oleh mu. Dan dalam hal ini padaku ( rindu ).

Jika dalam hal ini kau masih menyalahkan Tuhan. Berarti ada yang salah dalam dirimu. Ini tentang kesiapan hati. Kalau kau benar - benar tak siap. Kau harus kembali pada komitmen yang mendasari keberanianmu untuk melangkah sejauh ini. Kuharap sekarang kau mengerti dan mulai bersahabat dengan cara Tuhan menyempurnakan hatimu.

Kini ku siap untuk rindu yang selanjutnya padamu. Ini bukan berarti aku tak ingin cepat - cepat bertemu denganmu. Tapi biarlah hatiku terbiasa akan hal ini. Biarkan aku merindumu lebih lama lagi. Jika nanti saatnya tiba. Aku akan sangat menikmati pertemuan itu. Biarkan aku mencintaimu lewat rindu lebih lama lagi. Selama kau masih menjaga percayaku padamu. Maka selama itu rinduku akan terpaut padamu. Kau tahu. Ini adalah rindu terbesarku untuk manusia yang tak sedarah denganku. Semoga Tuhan mempertemukan kita dalam cinta yang semakin besar. Kurasa ini menarik dan kuharap kau menikmatinya.

Sebab rindu adalah anugerah. Dan Tuhan tak pernah bermaksud jahat padamu soal cinta dan apapun itu.
Mungkin aku telah salah. Karena begitu mengagungkan rindu. Tapi itu aku. Yang begitu amatir tentang rindu.

Aku & Langit BiruWhere stories live. Discover now