"Zizi.... Bangun... Kamu sekolah apa enggak?? Ini udah kesiangan, ntar telat loh! " teriak mama dari depan pintu kamarku.
Aku bangun dengan malas, kulihat jam di dinding kamarku yang masih baru dan belum di hiasi dengan poster-poster aksi protes ataupun bla bla bla.
Aku terkejut bukan main, ini sudah jam 07.45, aku terlambat setengah jam.
"OMG..... Gue telaat, gue telat! " teriakku. Akupun langsung berlari ke kamar mandi untuk bersiap-siap pergi ke sekolah.
🐼🐼🐼
Hari ini aku tak bisa fokus belajar. Guru Bk di sekolah ku terus menerus memarahiku, karena hampir setiap hari aku terlambat. Bagaimana tidak, setiap malam aku terus bersemangat menyelesaikan novel terbaruku. Bahkan, pagi ini, buk Tutty memberi kami latihan Matematika, aku tak menghiraukannya. Aku melamun, memikirkan kelanjutan novel ku.
Saat aku sedang sibuk dengan lamunan memalukanku, yang tanpa kusadari air liurku keluar, Iviie menembakkan karet gelang ke pipiku.
"Awww.. " jeritku.
"Hhhhhh, lo ngapain sih zi! Ngelamun ga jelas, mikirin apa lo? Pake iler lagi, eewwhh, jorok lu" tawa iviie.
"Apaan sih lo! Rese deh! " kesalku.
"Abisnya, lo ngelamun terus. Udah kayak panda tuh mata. Pasti tadi malam lo begadang lagi kan! "
"Iya. Emang ngapa? "
"Lo ngapain sih begadang mulu. Gak baik tau, anak cewe tidur kemaleman. Lagian, tiap hari begadang, tugas sekolah, gak juga pernah selesai"
"Asal Lo tau, gue tuh, lagi nulis novel terbaru gue"
"Preett... Gaya lu, nulis novel. Tugas cerpen dari pak Dodi aja gak pernah lo buat! "
"Terserah. Lo mau percaya apa enggak". Kesalku.
Iviie kelihatan masih tidak percaya. Aku tidak peduli. Liat saja nanti, dia akan melihat novel karyaku.
🐼🐼🐼
Sepulang sekolah, aku pulang lebih cepat. Aku langsung menyandang tasku. Saat aku melewati lorong dekat taman, kulihat banyak murid lagi bergerombolan. Mereka sedang berebut untuk melihat papan pengumuman yang ada dilorong depan kelasku. Karena penasaran dengan pengumuman apa yang ditempel di papan pengumuman tersebut, akupun menghampiri mereka untuk ikut melihat pengumumannya. Namun, karena terlalu ramai, aku sulit untuk melihat. Dan juga karena aku termasuk yang terpendek disekolah. Ya, mau gimana lagi, terpaksa nunggu sampai papan pengumumannya sepi.
Aku duduk dengan wajah kesal dibangku yang ada dilorong tersebut. Bosaaaannn. Waktu lagi melamun, ada seorang cowok berdiri didepanku. Dia menjentikkan jarinya dihadapanku. Aku tersadar dari lamunanku.
"Woi!! Lo ngelamun Zi! ". Cowok itu membuyarkan lamunanku. Ternyata itu kevin.
"Apaan sih lo! Ganggu aja! "
"Oiya, lo udah liat belom pengumuman di mading? "
"Ya belom lah, liat aje noh! Yang ngerumunin mading setinggi tiang bendera semua. Ya mana keliatan sama gue"
"Hhhh, oiy. Gue lupa, lo kan pen.... Oppz! ". Kevin berkata sambil menutup mulutnya.
"Pen.. Pen.. Apa?? Pendek maksud lo! Enak aja lo ngomong kayak gitu ke gue ya! Awas lo! ". jawabku sambil mencubit lengan kevin.
"Yee, sorry kalii. Gue kan gak niat buat ngejek lo! ". Jawabnya.
"Sama aja tau".
Lalu aku bertanya pada diriku sendiri untuk yang ke empat ribu kalinya, kenapa aku dilahirkan dengan tubuh sekecil ini. Bukan maksudku tidak bersyukur, tapi, tetap saja aku selalu menjadi bahan tertawaan teman-temanku.
"Emang pengumumannya tentang apaan? ". Tanyaku pada kevin.
"Hhhmm, gue juga gak tau! ". Jawabnya.
"Soak lo! Gaya doang tinggi, pake ngejekin gue segala. Tau nya sama aja, gak tau apa-apa". Jawabku ketus.
"Yee, sorry! Gue kan kesini, mau nanya sama lo! Ada rame-rame apa tuh! Taunya, lo juga gak tau! ".
"Udah tuh, madingnya udah sepi. Sekarang gilirannya orang pendek! ". Aku menarik lengan kevin untuk melihat mading pengumuman tersebut.
Kevin membaca pengumumannya dengan keras:
Diberitahukan kepada seluruh siswa dan siswi SMA N 01 Jakarta, bahwasannya sekolah kita telah memasuki tahun ajaran baru yang mana kita harus memiliki keanggotaan OSIS yang baru, karena anggota OSIS yang lama sudah habis masa jabatan. Untuk itu, sekolah mengadakan pencalonan bagi sesiapa yang hendak mencalonkan diri sebagai ketua maupun anggota OSIS untuk mendaftarkan diri ke panitia OSIS lama.
Sekian, terima kasih.
"Waahh! Bakalan asyik nih! Ikutan yuk! ". Ajak kevin.
"Ehhmm, gimana ya?". Aku bingung.
"Yee, ngapain mikir panjang segala! Gue daftarin ya nama lo! Yuuk?!". Ajak kevin sambil menarik lenganku. Karena tubuhku kecil, jadi aku tidak bisa menahan tarikan kevin. Belum lagi, kaki kevin itu tinggi banget. Pasrah deh.
Sesampainya didepan kantor, kevin mencari tempat panitia OSIS yang lama buat mendaftarkan namanya dan namaku.
"Dimana sih panitianya! Gak becus amat sih kerjanya! ". Kesalnya.
"Coba aja lo tanyain sama guru-guru dikantor". Jawabku.
Pas saat aku menyuruh kevin bertanya pada guru dikantor, seorang guru lewat didepan kami. Itu guru Matematika kami. Bu Tutty.
"Bu... Bu tutty... ". Kevin memanggil bu tutty yang sedang menuju parkiran motor. Bu tutty pun menoleh ke arah kevin.
"Ya.. Kevin, ada apa? ". Tanya bu tutty.
"Gini bu, tadi kami abis baca pengumuman, katanya ada pencalonan OSIS baru ya bu? ".
"Iya! Emang kamu mau mencalonkan diri? ". Tanya bu tutty.
''Rencananya sih gitu bu! Tapi, dari tadi kami nyari-nyari paniti OSIS yang lama, koq gak ada ya bu? ". Tanya kevin.
''Ya iyalah gak ada, kan pencalonannya besok. Ngapain kamu nyari nya sekarang, ga bakalan ketemu lh! ". Jawab bu tutty.
"Oooppz! ". Kevin menahan malu.
"Hh, emang kamu gak liat tanggalnya ya di pengumuman tadi? ".
"Gak inget bu! Soalnya saya semangat banget pengen mencalonkan diri bu! ".
"Oh gitu. Besok pendaftarannya dibuka". Jawab bu tutty.
"Oh.. Ya udah bu! Kalo gitu, saya permisi dulu, mau pulang! Hehe".
Kevin pun pergi meninggalkan bu tutty.
"Gimana? ". Tanyaku saat kevin datang menghampiriku.
"Eehhmm, ternyata pendaftarannya besok baru dibuka. ". Jawab kevin
"Hhmmpphh! Buat malu lo! ".
Aku berusaha menahan tawa.
"Yee, elo, malah ngetawain, bukannya nyemangatin kek, supaya gue kepilih jadi ketua OSISnya, terus lo gue jadiin wakilnya".
"Iihh, ogah gue jadi wakil lo! Yang ada entar, kalo gue jadi wakil lo, lo malah nyuruh-nyuruh gue lagi. ''
"Gak kok, palingan gue cuma minta ditraktirin bakso nya mang ujang! Hehe! ". Kevin nyengir kuda.
Mang ujang itu penjual bakso paling enaak di sekolahku.
"Enak aja! Emang lo pikir gue emak lo! ". Jawabku.
"Yee, kali aja, lo mau berbaik hati sama gue". Jawabnya sambil nyengir kuda lagi.
Kevin ini temanku dari SD, aku selalu sekelas dengannya. Makanya kami akrab banget.
"Owh. Ya udah! Lo mau gue anterin gak? ". Sambungnya.
"Emmm.. Ya deh". Jawabku.
"Okey.. Lets go! ".
Dia menarik lenganku lagi. Udah kayak anak TK aja, dikit- dikit di tarik, narik kok dikit-dikit😁.
🐼🐼🐼
Sesampainya dirumah, kutaruh tas di atas sofa. Aku langsung masuk kamar. Saat menaiki tangga, kudengar suara ribut-ribut dari kamar mama dan papa. Karena penasaran, kucoba mengintip dari balik pintu kamar. Mereka bertengkar.
"Cukup kau permainkan aku hendra. Kau ingin lakukan ini, itu, aku tak pernah melarangmu. Bahkan kau tidak pernah meminta izin padaku. Jangankan padaku, pada zizi anak kau pun tidak. Coba kau fikirkan akibat dari perbuatanmu itu. ". Mama menangis. Aku masih tidak tahu apa permasalahannya. Melihat mama menangis, tanpa kusadari, air mataku pun ikut terjatuh.
"Aku gak peduli. Yang penting, aku sudah melaksanakan tugasku sebagai seorang ayah. Aku sudah menafkahi kalian. Aku sudah memberikan semua hak kalian... ".
"Hak kami kau bilang?". Potong mama.
"Iya.. Dan sekarang, aku hanya.. "
Saat papa berbicara, tanpa sengaja, pintu bergeser dan hampir membuat persembunyianku ketahuan. Papa berhenti berbicara. Kurasa dia tahu kalau aku sedang mengintip. Papa berjalan kearahku. Karena takut ketahuan, aku langsung berlari kekamarku. Untung saja papa tidak melihatku.
Dikamar, aku menangis. Aku masih belum tahu penyebab pertengkaran mereka. Namun, dari pembicaraan mereka tadi, kurasa papa berniat ingin menceraikan mama.
"Oh Tuhan.. Aku gak mau kehilangan mama sama papa! Jangan pisahkan mereka. ". Bathinku menangis.
Karena menangis, aku tertidur.
Didalam tidurku, aku bermimpi papa akan menikah lagi. Dengan seseorang yang kukenal. Tapi, aku tidak ingat wajahnya.
Saat terbangun, kurasakan air mataku masih mengalir. Kulihat arlojiku. Menunjukkan pukul 20.00. Berarti aku tidur sudah hampir empat jam lamanya. Aku masih mengenakan pakaian sekolah.
Karena merasa gerah, akupun mandi, dan kembali tidur.
🐼🐼🐼
KAMU SEDANG MEMBACA
Twins?
Teen FictionZizi dan vyta bukanlah kembar. Mereka harus menerima kenyataan bahwa orang tua mereka menikah lagi. Yang lebih menyakitkan, papa zizi menikah dengan mama dari musuh besarnya disekolah, yaitu mama vyta. Mau tidak mau, zizi harus menerima vyta sebag...
