WESTLIFE- SWEAR IT AGAIN
Terkadang, anak baru yang masuk ke kelas selalu mencuri perhatian satu sekolah. Hari ini, tepatnya hari jum'at di sebuah Sekolah Menengah Atas yang paling terkenal di Jakarta yaitu SMA Artalov, kedatangan seorang teman baru pindahan dari Bali.
Ia perempuan berparas cantik, berkulit putih dan juga berambut hitam legam. Ia memasuki kelas dengan langkah mantap, tas ransel menggantung di punggungnya, ia tersenyum lembut menyapa teman-teman barunya. Tepatnya di kelas XI IPS gadis itu membuat para lelaki melongo untuk pertama kalinya melihat gadis secantik itu.
Rona merah menyebar di pipi gadis Bali tersebut, karena para lelaki di kelas itu tengah menatapnya.
"silahkan perkenalkan diri." ucap pak Gema, selaku wali kelas sekaligus guru olahraga SMA Artalov.
Gadis itu pun angkat bicara. "hallo kawan-kawan, namaku Reka Fransiska Halim, kalian bisa panggil aku Reka. Aku pindah dari Bali ke Jakarta karena ayahku pindah kerja. Senang bisa berteman dengan kalian." Sapa gadis bernama Reka tersebut.
Beberapa orang dikelas itu terutama laki-laki berseru padanya. "oke Reka, kamu dipersilahkan duduk disebelah Marcell. Itu orangnya di sebelah sana." Pak Gema menunjuk bangku barisan terdepan, tidak kosong.
Disebelah Marcell ada seorang lelaki yang duduk bersamanya. Lelaki yang duduk di sebelah Marcell menunjuk dirinya sendiri seakan-akan seperti tersangka.
"saya pak? Marcell temen saya dari kecil pak, masa saya harus pisah sama dia?"
ucap laki-laki itu.
"tidak lama kok, Marcell kan siswa berprestasi dikelas ini, siapa tau Reka sekalian temenan dan bisa di ajarkan oleh Marcell ketika ada kesulitan dalam pelajaran."
Baru saja mau beranjak pindah ke bangku lain, Reka mencegahnya duluan...
"enggak apa-apa pak, saya bisa duduk disebelah perempuan itu. Kamu disitu aja terus, biar aku yang duduk di tempat lain." kata Reka pada teman sebangku Marcell.
Kemudian Reka berjalan menuju bangku yang berada paling belakang, seorang gadis berambut blonde menyapa Reka dan mempersilahkannya duduk.
Saat Reka duduk disampingnya, gadis yang sekarang menjadi teman sebangkunya itu menyapa sambil tersenyum pada Reka.
"Gue Alda Aretha. Sekretaris dikelas ini." Sapa gadis bernama Alda itu sambil mengulurkan tangan kanannya pada Reka, Reka pun memperkenalkan dirinya lagi pada Alda sambil mengulurkan tangannya juga. "aku Reka, dari Bali." Senyum Reka mengembang.
Jam istirahat pertama pun berbunyi. Hampir semua yang berada dikelas berhamburan ke luar menuju kantin belakang.
Reka dan Alda ke luar dari kelas menuju kantin, di sisi-sisi Lorong sekolah semua murid hingga yang berada di jendela kelasnya melirik pada Reka, ada yang tatapan kagum hingga memujinya sambil melambaikan tangan pada Reka, ada juga yang menatap sinis padanya sambil berbisik-bisik pada teman sebelahnya.
Namun Reka tak menanggapinya, ia terus jalan di samping Alda. Justru Alda yang mewakili dirinya untuk menanggapi cowok-cowok yang tersenyum pada Reka, cowok-cowok itu langsung merubah raut wajahnya jadi jijik ketika Alda bertingkah centil.
Saat sampai di kantin, terlihat dari kejauhan ada beberapa anak laki-laki sedang memojokkan seorang laki-laki berkacamata didorong-dorong oleh salah satu anak laki-laki yang terlihat lebih tinggi darinya.
Laki-laki berkacamata itu terlihat ketakutan dari raut wajahnya. Ia sedang di bully oleh tiga pria berbadan besar, tinggi. Beberapa orang hanya menyaksikan dari pojokan kantin, beberapa lainnya berseru keras memenangkan para pembully.
YOU ARE READING
I Know You Cares
Teen FictionNobody cares how much you know, until they know how much you care. Teruntuk kamu yang selalu menyembunyikan kepedulianmu, sejujurnya semua tahu menyembunyikan bukanlah hal yang mudah. teruntuk kamu yang selalu terlalu peduli sehingga mengundang iri.
