"Ada image sebagai karyawan yang cakap yang harus gue jaga"
_ Sierra Wiryawan.
🍃🍃🍃
"Sudah ada dua hotel yang propose kita buat jadi venue untuk acara "HIT Night" bulan depan. Saat ini saya lagi approach untuk pilih yang kasih benefit lebih tapi persyaratannya yang gak ribet-ribet amat"
Mas Awang -- Senior Analyst gue -- masih asik menjelaskan isi catatan meeting koordinasi untuk acara HIT atau Hospitality Industry neTworking. Acara casual networking yang selalu kantor gue adakan tiap tiga bulan sekali.
Kantor gue yang bergerak di bidang jasa konsultasi pelayanan itu, memang harus selalu memiliki jaringan relasi yang kuat dan luas.
Sementara gue sebagai notulen, tentunya sibuk mencatat semua hal yang lagi di-diskusikan di meeting koordinasi kali ini.
Dannn...gue tau banget, di Whatsapp Group Kpop gue saat ini pasti seperti puting beliung dalam sebuah cangkir teh. Artinya kehebohan, keramaian, banjir emoticons serta speed sahut-menyahut pesannya yang bagaikan kecepatan cahaya itu, hanya kita-kita yang ada dalam group messenger tadi yang merasakan.
Untung Hpnya gue silent. Gue bahkan gak berani setting Hp gue ke vibrate mode, karena percuma juga gue vibrate. Hp gue bakal geter-geter tiap detik. Kasian dia kecapean. Di letakkan di atas meja, tetap bikin gaduh akibat vibrasinya. Dikantongin
juga bikin gue gak fokus.
Begitulah kira-kira kalau sekarang lagi ada acara Kpop Award Show secara live dan bisa streaming di TV berbayar atau via internet. WAG gue yang isinya memang adalah sekumpulan cewek-cewek pecinta Kpop itu, pasti lagi rame-ramenya.
Gak peduli ini weekdays dan office hours, kalo lagi pada ga sibuk atau cuma sekadar di depan laptop, pasti kita berupaya untuk nonton secara streaming, lalu langsung membahasnya via WAG secara diam-diam.
Seolah-olah kita lagi nonton live shownya barengan. Iya sih barengan. Tapi kehidupan nyata memaksa kita buat menghadapi hal-hal di luar keinginan kita. Untung ada sosial media. Jauh di mata, dekat di obrolan :).
Sayangnya saat ini gue lagi benar-benar tidak bisa ikutan nimbrung di WAG karena lagi di tengah-tengah meeting. And to make it even worse; gue jadi notulen. Notulen yang hampir pecah konsentrasi antara takut ketinggalan info di WAG dan takut ketinggalan isi meeting.
"Ra, kamu jangan lupa update database via e-invitation app juga, ya. Lalu seperti biasa, koordinasi dengan contact person venue untuk pembaruan logo venue dan term and conditions kalo udah deal" Pak Widodo, direktur gue yang mimpin meeting mengarahkan wajahnya ke gue yang gue sambut dengan kalimat pendek "baik pak" disertai anggukan kepala yang mantap.
Gue tidak mau kelihatan nge-zonk karena once you nge-zonk sebagai notulen, pasti loe bakal dicap ga kompeten, dan bakal dianggap gak serius di lingkungan kerja loe. Ada image sebagai karyawan yang cakap yang harus gue jaga.
Gue harus merelakan gak bisa nge-groupiest bareng temen-temen gue. Asal pekerjaan gue gak kacau. Taruhannya hidup mati. Lebay sih. Tapi cari kerja itu gak mudah, FYI. Apalagi di Jakarta yang persaingan hidupnya ketat, seketat legging ballet. Sedang gue amat sangat cinta sama tempat kerja gue yang sekarang. Sayang sama benefitnya, lebih tepat.
Gue tidak pernah punya riwayat menggemari sekelompok pria tamvhan seumuran anak-anak SMA menyanyi sambil berjoget-joget dinamis, sebelumnya. Tidak saat SMP atau saat gue di bangku SMA.
Kalian boleh bilang gue "telat berkembang" tak mengapa. Tapi sejak dua tahun belakangan, ketika gue mulai mengenal teman-teman dari dunia maya; tepatnya media sosial. Gue baru mulai merasakan menjadi seorang fangirl. Iya. Gue, Sierra Wiryawan yang adalah seorang karyawati swasta di Jakarta juga ternyata diam-diam adalah seorang Kpop fangirl. ABG bukan, tapi tiap membahas member boyband KPop kita kadang masih ngerasa seumuran sama cabe-cabean yang boncengan bertiga naik matic dan bercelana jegging.
Padahal usia gue saat ini sudah hampir kepala tiga.
🍃🍃🍃
Selesai meeting ternyata sudah masuk jam istirahat. Hasil notulensi biasanya paling telat diselesaikan sebelum pulang kantor, hari ini. Jadi gue masih bisa ngejar 'ketertinggalan' gue di WAG tadi.
"Mba Sierra, lunch bareng yuk?" Yunika si anak internship mendatangi pintu ruang meeting setelah dia memastikan cuma tinggal gue yang lagi beres-beres.
"Sorry Nik, duluan aja. Gue masih ada sedikit kerjaan nih" tangan gue menunjuk notes putih bergambar burung flamingo pink di atas meja.
"Ohh...OK. duluan ya mba'. Eh, mau nitip sesuatu gak dari bawah?"
Duh, manis banget nih anak magang, nawarin bantuan buat beliin gue lunch di luar.
"Eh, boleh deh. Tolong beliin gue juice kiwi-apel aja, yang pure ya Gak usah pake gula, Nik" Gue buru-buru membuka dompet gue dari tas. Menyerahkan selembar uang lima puluh ribu pada Yunika.
"Lo juga kalo mau juice pake aja duit itu" tambah gue sambil bergegas menuju kubikel meja kerja gue di luar ruangan meeting, persis berhadapan sama jendela.
"Serius, Mba? Thanks yaaa..." Yunika melambaikan lembaran uang dari gue, lalu melenggang keluar menuju pintu kaca dengan senyum lebar.
Gue buru-buru duduk dan mengeluarkan Hp gue yang terasa hangat di tangan. Membuka password, lalu mengetuk logo WA app.
963 unopened messages.
Sinting! Perasaan gue meeting gak ada satu jam. Tapi obrolan orang-orang halu ini udah hampir menembus seribu chats!
Jempol gue dengan lincah segera menyapu layar Hp, menggulirkan cursornya buat scrolling percakapan dari atas dengan kekuatan 'the flash' . Penasaran banget apa saja yang teman-teman WAG gue obrolkan soal live show Kpop Award barusan.
Grup Noonas
_________________________________________
Manda: Gilaaa yah! Gue bisa pendarahan dalem liyat solo partnya Taemin! YaTuhan! Anak itu uda gedeee...
Dena: Hands out ma boy, bish!
Wayan: 🤣🤣🤣
Untari: 😁
Manda: Dihhh...salah sendiri ka...abis dia robek-robek baju. Minta pengen wa gebok pake bibiw...
Gia: Ya keleuss dia kecil terus, kaaa 😶
Wayan: I think I pee my panties a little gegara temin...
Untari: Temin makes my ovaries kejet-kejer. Aku bisa apa... 😛
Manda: 😂
Dena: 😂😂😂
Manda: Gue nunggu...
Wayan: 😆😆😆😆😆 you...you...sinting smua...ai lyke.
Gia: nunggu pa'an lo Man?
Manda: nunggu dia pelvic trust 😋😋😋
Gia: Najis!
Gemas sekali membaca tek-tok percakapan mereka. Mau nimbrung pun sudah terlewat banyak. Biasanya kalau seperti ini kami akan meneruskan via 'kopdar' after office hours. Sekadar menuntaskan obrolan kami yang sedang hype tentang boyband favorit kami bersama.
Gue: kita harus ketemuan nanti malem, Ga mau tau!
Bersambung...
YOU ARE READING
NOONAS
ChickLitDemografi Kpop Fangirls kan biasanya identik sama usia-usia young, dumb and broke. Cem usia-usia di SMP atau SMA. Ya, paling banter anak kuliahan di semester-semester awal deh. Usia dimana biasanya 'cuma' bergelut sama tugas sekolah, pertemanan dan...
