Part 1

1 0 0
                                        

"Aaargh! Mati! Aku mau mati, seseorang tolong aku" Teriakku

Tiba-tiba datang Stevan dan kawan kawannya membawakan sebuah bubuk dan bong. Mereka pun meraciknya dan menghisapnya bersama-sama, tentunya denganku.

"Thanks guys, fiuh rasanya kayak mau mati ng*nt*d" ujarku. "Halah, kita kan satu geng tentunya harus saling 'membantu' iya nggak c*k?" Salah seorang menjawabnya. Satu geng pun mengangguk setuju.

"Btw kalo lo sakaw jangan teriak keras keras g*bl*k, apalagi lu sakawnya di wc dekat ruang guru. Bahaya tau!" Stevan menggerutu. "IYA *nj*ng, lain kali gw gak bakalan gitu, oh ya lu bawa rokok atau vape gitu?" Salah seorang kawanku, Billy mengeluarkan vapenya dan sebuah liquid ganja yang sudah dilarang dijual oleh kepolisian. Akhirnya kami pun 'ngebul' bareng.

Itulah kehidupanku, bagiku sehari tanpa sabu seperti sudah mau mati. Inilah aku, seorang siswa SMA favorit di kotaku yang sudah kecanduan narkotika. Kepolisian pun mencari keberadaan kami, tetapi kami selalu menghindar dan menghilang dari radar kepolisian atau intel. Kami mempunyai informan orang 'dalam' yang memberitahukan kalau ada sidak di kota kami.

*Nb:
Thanks udah baca yaa, maaf kalo banyak yamg gj ataupun banyak kata yang tidak pantas. Hope you all like it ^_^

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 28, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Setengah MatiStories to obsess over. Discover now